Home / Berita

Kamis, 23 April 2026 - 22:18 WIB

Indonesia di Tengah Disrupsi Global: Kaum Muda Ditantang Jadi Motor Perubahan

AMNON–Di tengah derasnya arus perubahan global, Indonesia kini berada dalam pusaran disrupsi yang dipicu oleh berbagai krisis dunia. Mulai dari perkembangan teknologi, pandemi Covid-19, hingga konflik geopolitik seperti perang di Timur Tengah, semuanya memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, dalam sebuah pemaparan mengenai tantangan dan peluang global dalam kuliah umum pada wisudah periode April 2026 di Universitas Pattimura . Ia menegaskan bahwa dunia saat ini sedang mengalami perubahan besar yang dipicu oleh berbagai peristiwa penting, seperti revolusi digital, kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga krisis iklim.

“Disrupsi terjadi di berbagai sektor, mulai dari teknologi, kesehatan, geopolitik, hingga lingkungan. Ini bukan hanya ancaman, tetapi juga peluang besar,” ujarnya.

Perang di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi global. Konflik tersebut mengganggu rantai pasok energi dan industri, menyebabkan kenaikan harga barang serta inflasi di berbagai negara. Indonesia pun tidak sepenuhnya kebal terhadap dampak ini, terutama dalam sektor transportasi dan industri yang masih bergantung pada impor energi.

Baca Juga  Mesin Perahu Rusak, Lewerissa Perjuangkan Bantuan untuk Nelayan Dusun Seri

Meski demikian, sektor ketenagalistrikan Indonesia dinilai relatif aman karena masih mengandalkan batubara dan gas domestik. Namun, ketahanan energi nasional tetap menjadi perhatian serius. Ketergantungan terhadap energi fosil dan impor BBM menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

Dalam menghadapi situasi ini, percepatan transisi energi menjadi solusi penting. Pengembangan energi baru seperti bioenergi, hidrogen, dan energi terbarukan lainnya diharapkan mampu memperkuat ketahanan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Di sisi lain, perubahan global juga membawa dampak besar pada dunia kerja. Saat ini, sekitar 60 persen tenaga kerja Indonesia masih berada di sektor informal. Namun, transformasi menuju industri hijau (green industries) diprediksi akan menciptakan banyak lapangan kerja baru yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga  Jelang HUT Ambon ke-451, DPRD Expo Jadi Panggung Ekonomi Rakyat

Karena itu, generasi muda dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan melalui reskilling dan upskilling agar mampu beradaptasi dengan cepat. Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor usaha juga menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang siap menghadapi masa depan.

“Pemenang di era ini adalah mereka yang cepat beradaptasi, mampu melihat peluang, dan tetap berprestasi di tengah ketidakpastian global,” tegas Eddy.

Ia pun mengajak generasi muda untuk tidak melihat tantangan sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang untuk berkembang. Dengan semangat juang dan inovasi, kaum muda Indonesia diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah dinamika global yang terus berlangsung.

Share :

Baca Juga

Berita

Wali Kota Ambon Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Gempa Bumi

Berita

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu per Kg, Pemprov Maluku Jual Rp40 Ribu Lewat Pangan Murah

Berita

Maluku dan Ambon Raih TPAKD Terbaik Regional, Lewerissa Apresiasi Kinerja dan Sinergi dengan OJK

Berita

Pemkot Ambon Perkuat Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI, Aiko Health Disosialisasikan di 22 Puskesmas

Berita

Bupati Maluku Tengah dan Kemenkum Maluku Perkuat Perlindungan Produk Unggulan melalui Indikasi Geografis

Berita

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga

Berita

Kebakaran di Ambon Tembus 157 Kejadian, Nusaniwe Catat Lonjakan Tertinggi

Berita

Rektor Unpatti dan Kapolda Maluku Perkuat Sinergi Keamanan Kampus dan Riset Ilmiah