Home / Berita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu per Kg, Pemprov Maluku Jual Rp40 Ribu Lewat Pangan Murah

AMBON, GLOBALMALUKU.ID |Harga cabai rawit di Kota Ambon melonjak hingga Rp160.000 per kilogram. Menyikapi kenaikan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) khusus cabai rawit di Pasar Mardika, Jumat (23/10/2026), dengan harga jual Rp40.000 per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Inawati Bin Tahir, mengatakan kenaikan harga cabai dalam dua bulan terakhir dipengaruhi terbatasnya pasokan, penurunan produksi lokal, serta tingginya biaya distribusi dari daerah sentra produksi ke Kota Ambon.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Mardika, harga cabai rawit saat ini berkisar Rp140.000 hingga Rp160.000 per kilogram. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena cabai merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang turut memengaruhi inflasi daerah.

Menurut Inawati, produksi cabai lokal mengalami penurunan akibat terbatasnya ketersediaan air tanah di tengah kemarau panjang yang berkaitan dengan fenomena El Niño. Dampaknya dirasakan di sejumlah daerah sentra produksi, termasuk Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tengah, yang tanaman cabainya mengalami kekeringan.

Akibat kondisi tersebut, pasokan cabai ke Kota Ambon semakin terbatas, sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi.

GPM Batasi Pembelian agar Warga Kebagian

Baca Juga  Program Kerjasama Pemkot Ambon Pengelolaan Sampah Berakhir Dan MVO

Untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga, Pemprov Maluku menyediakan 40 kilogram cabai rawit melalui GPM di Pasar Mardika. Cabai tersebut dijual dengan harga Rp40.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang mencapai Rp160.000 per kilogram.

Namun, pembelian dibatasi maksimal 250 gram atau seperempat kilogram per orang agar lebih banyak warga dapat menikmati harga yang terjangkau.

“Jadi melalui GPM khusus cabai rawit di Pasar Mardika, sebanyak 40 kilogram cabai disediakan dengan harga Rp40.000 per kilogram agar dapat dinikmati lebih banyak warga. Pembelian dibatasi maksimal 250 gram atau seperempat kilogram per orang,” ungkap Inawati.

Sebelumnya, Pemprov Maluku juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah di Desa Galala dengan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras, gula, minyak goreng, dan cabai dengan harga terjangkau.

Inawati menjelaskan, Gerakan Pangan Murah Serentak yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46 merupakan salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, menjaga daya beli, serta mendukung pengendalian inflasi daerah.

Pemprov Upayakan Pasokan Satu Ton dari Kupang

Selain melakukan intervensi harga melalui GPM, Pemprov Maluku bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku tengah mengupayakan pengiriman cabai rawit dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebanyak 1.000 kilogram atau satu ton.

Baca Juga  Wakapolda Pimpin Penandatanganan Pakta Integritas Rekrutmen Proaktif Bintara Polri 2023

Pengiriman tersebut direncanakan menggunakan pesawat komersial melalui Surabaya sebelum akhir Oktober 2026. Tambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi tekanan harga cabai di pasar.

Inawati menegaskan, kerja sama antardaerah menjadi langkah penting untuk mengatasi keterbatasan produksi lokal, terutama di tengah kondisi cuaca panas berkepanjangan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan cabai secara bijak sesuai kebutuhan. Berdasarkan informasi BMKG yang dirujuknya, kondisi cuaca panas diperkirakan masih berlangsung dan hujan diperkirakan baru kembali turun pada Maret 2027.

Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

Pemprov Maluku, lanjut Inawati, akan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Bank Indonesia, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan keamanan pangan bagi masyarakat Maluku.

“Pemerintah Provinsi Maluku akan terus berupaya semaksimal mungkin melalui koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pihak agar ketersediaan pangan tetap terjaga, harga terjangkau, dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Samua Par Maluku Pung Bae,” tutup Inawati.

Share :

Baca Juga

Berita

Maluku dan Ambon Raih TPAKD Terbaik Regional, Lewerissa Apresiasi Kinerja dan Sinergi dengan OJK

Berita

Pemkot Ambon Perkuat Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI, Aiko Health Disosialisasikan di 22 Puskesmas

Berita

Bupati Maluku Tengah dan Kemenkum Maluku Perkuat Perlindungan Produk Unggulan melalui Indikasi Geografis

Berita

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga

Berita

Kebakaran di Ambon Tembus 157 Kejadian, Nusaniwe Catat Lonjakan Tertinggi

Berita

Rektor Unpatti dan Kapolda Maluku Perkuat Sinergi Keamanan Kampus dan Riset Ilmiah

Berita

Kapolres Malteng Kunker ke Polsek Amahai dan Masohi, Tekankan Disiplin Personel hingga Antisipasi Konflik Sosial

Berita

Hadapi Ancaman El Nino dan Karhutla, Pemprov Maluku Perkuat Cadangan Pangan, Cabai Didatangkan dari Luar Daerah