MASOHI–Ridwan Karim yang juga merupakan salah satu pemerhati pemuda Maluku Tengah (Malteng) sindir bantuan dana hibah untuk organisasi seperti KNPI Maluku Tengah bisa berebut jadi ketua.
Kepada media ini, Karim menyoroti dinamika pertarungan KNPI Maluku Tengah yang selama ini terjadi adalah syarat akan kepentingan person dan kelompuk untuk mengejar dana hibah KNPI yang cenderung besar.
“Pertarungan merebut kursi KNPI Maluku Tengah yang selama ini terjadi adalah syarat akan kepentingan person dan kelompok untuk mengejar dana hibah KNPI. bukan sekedar menjadi pemuda progresif yang berlandaskan pada asas kepemudaan yang beroreintasi pada penyelesaian konflik komunal yang di sebabkan dari pertikaian antara pemuda yang berujung pada tindakan penyerangan antara kampung yang akhir-akhir belakangan ini sering terjadi di Kabupaten Maluku Tengah,”tukasnya.
Mestinya ketika konflik terjadi KNPI harus cenderung aktif untuk berkoordinasi dengan Aparat Kepolisian setempat tetapi ini mala tidur dan memilih bungkam.
Menyoroti soal komitmen Bupati Maluku Tengah terkait resep-resep dokter yang sampai hari ini masih di beli oleh pihak pasien atau keluarga pasien , dikatakan DPD KNPI Maluku Tengah juga dinyatakan plim-plang dalam melihat kelangkaan obat-obatan di RSUD Masohi dan membicarakan masalah anggaran daerah yang semakin hari kian menipis di ibaratkan gale lubang tutup lubang tetapi SPPD luar kota jalan terus bagi kalangan eksekutif dan legislatif.
“Soal komitmen Bupati Maluku Tengah terkait penanganan obatan-obatan di RSUD Masohi, terbukti masih saja ada resep yang di tebus oleh pihak pasien atau keluarga pasien. Dimana KNPI selama ini ? Katanya dalam menindaklanjuti kebijakan fiskal, tapi masih saja ada Ekskutif dan Legislatif yang lancar dengan SPPD luar kota,”terangnya.
Sebenarnya KNPI di bubarkan saja!! Karena KNPI bukan lagi Komite Nasional Pemuda Indonesia, tetapi sudah menjadi Kontraktor Nasional Pemuda Indonesia di bawah PT Buzzzerp. Yeah karena mereka sudah tidak lagi berbicara pemuda tetapi sudah membicarakan dana hibah kedepan. (Kang Ojie)

























