SEMARANG-Sedekah laut adalah tradisi budaya dan religius yang dilakukan masyarakat pesisir sebagai wujud syukur atas hasil laut dan doa untuk keselamatan serta rezeki melimpah saat melaut. “Ritual ini melibatkan upacara, sesaji, dan penghanyutan sesaji ke laut. Dengan makna Sedekah Laut adalah Ungkapan Syukur sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil tangkapan ikan dan rezeki yang diberikan. Doa dan Permohonan melalui sedekah laut, masyarakat memohon keselamatan dan rezeki yang berlimpah untuk para nelayan saat melaut.
Adapun simbol Kesatuan dan Kerjasama tradisi ini juga menjadi momen kebersamaan dan silaturahmi antar warga, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan hasil laut. Nilai Religius dengan sedekah laut mengandung nilai religius, di mana sesaji dan ritualnya bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Nilai Budaya adanya sedekah laut juga merupakan bagian dari tradisi budaya masyarakat pesisir yang perlu dilestarikan. Pengakuan Terhadap Laut dengan sedekah laut menunjukkan pengakuan dan penghormatan terhadap laut sebagai sumber kehidupan dan mata pencaharian utama.
Siwi Wahyuningsih, S.E., M.M Camat Semarang Utara mengatakan ,”kami sangat mengapresiasi para panitia yang telah bekerja keras selama beberapa hari untuk bisa mensukseskan kegiatan sedekah laut dan bumi di Kelurahan Tanjung Mas. Acara yang dilaksanakan mulai hari Sabtu (24/05/2025) pagi yaitu doa arwah, malamnya tirakat dan Istighosah sedekah bumi, dilanjutkan Minggu pagi (25/05/2025) arak-arakan dan larung sesaji sedekah laut dan malam harinya pagelaran wayang kulit dengan lakon Pandawa Timbul. Dan di tutup pada hari Senin malam yaitu pengajian akbar Tambak Lorok Bersholawat, Jelas Wahyuningsih.
Dirinya mengatakan”kami mengapresiasi kerja panitia yang bisa melaksanakan kegiatan sedekah laut dan bumi dengan sukses dan lancar. hal ini bisa dilihat dari antusiasme masyarakat yang datang,” ujarnya.
Lebih lanjut “Pemerintah Kota Semarang sangat mendukung sekali kegiatan Sedekah laut dan bumi. Hal ini bisa dilihat dengan kehadiran beliau dan bantuan anggaran dari APBD untuk acara ini,” tambahnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Semarang sangat mendukung sekali kegiatan ini. hal ini bisa dilihat dari kehadiran Walikota Semarang ibu Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti S.S, M.M di acara sedekah laut tadi pagi (Minggu/2505/2025) serta dukungan anggaran dari APBD yang sebelumnya tidak ada dukungan dari Pemkot. Pada tahun ini para panitia mengusulkan kepada Ibu Walikota untuk bisa melaksanakan kegiatan sedekah laut dan bumi.
Ibu PPAT menjelaskan harapannya warga masyarakat ini bisa guyub rukun kompak tentunya dan apa yang dipesankan atau menjadi filosofi daripada wayang ini nanti juga bisa dilaksanakan oleh warga masyarakat sekitar. Dengan adanya pagelaran wayang kulit juga memperkenalkan kepada generasi muda, memperkenalkan kepada generasi milenial untuk terus mencintai budayanya sendiri. Anak-anak berkumpul di sini yang remajanya juga berkumpul di sini sehingga bisa mengenal bahwa kesenian Jawa itu filosofinya luar biasa di dalamnya mengandung nasihat yang bisa menjadi pegangan, menjadikan jati diri kita sehingga lebih tahu bahwa kita orang Jawa yang penuh dengan sopan santun, penuh dengan etika, penuh dengan budi pekerti yang luhur.
“Harapan kedepannya warga selalu guyub, rukun dan serta memperkenalkan wayang kulit kepada generasi milenial sehingga tidak melupakan budaya Nusantara,” jelasnya.(msa)

































