Home / Berita

Jumat, 23 September 2022 - 01:44 WIB

Seriusi perkara Bentrok Kariuw dan tapal batas wilayah, Pj Bupati minta dukungan TNI

MASOHI, Global Maluku.ID | Pj Bupati Maluku Tengah, Muhamat Marasabessy, tidak sesumbar terkait komitmennya menuntaskan persoalan bentrok di Negeri Kariuw pada Februari 2022 lalu dan masalah tapal batas wilayah yang kapan saja bisa memicu bentrok antar warga.

Fakta keseriusan Marasabessy ini nampak dari sejumlah langkah konkrit yang telah diambil pasca dirinya dilantik sebagai Pj Bupati Maluku Tengah. Teranyar, Marasabessy menyambangi markas Brigade Infanteri (Brigif) 27/Nusaina dan Batalyon Infanteri (Yonif) 731/Kabaressi pada Kamis (22/9).

Kunjungan silaturahmi ini dilakukan guna meminta dukungan terhadap upaya percepatan penyelesaian dua perkara dimaksud.

“Saya oleh mendagri ditugaskan langsung dua hal. Yakni menyelesaikan persoalan bentrok Kariuw dan masalah tapal batas. Kedua masalah ini menjadi atensi Nasional,” ujar Marasabessy dalam sambutannya saat silaturahmi di Mako Brigif 27/Nusaina.

Baca Juga  Sekda Pimpin Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2023,Ini Arahan Menhub

“Harapan, upaya-upaya yang akan kita tempuh untuk menuntaskan dua permasalahan dimaksud didukung penuh,” sambung Marasabessy.

Tidak itu saja, Marasabessy juga berharap agar seluruh program pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mendapat dukungan positif dari institusi milik TNI Angkatan Darat ini.

Diketahui, bentrok antara warga Negeri Kariuw dengan warga Dusun Ory dan Negeri Pelauw di Kecamatan Pulau Haruku masih menyisahkan banyak masalah. Warga Negeri Kariuw hingga kini masih mendiami tenda-tenda pengungsian.

Masalah lain yang mencuat adalah munculnya kelompok masyarakat yang menentang rencana pemerintah mengembalikan warga Kariuw ke wilayah asal mereka.

Baca Juga  Rumdis Wagub Sudah Rampung Dan Ditempati Dan Rumdis Gubernur Maluku Rampung April Mendatang

Kondisi ini mengakibatkan ketidakpastian bagi warga Kariuw. Padahal, bentrok yang terjadi pada Februari silam itu telah mengakibatkan mereka harus kehilangan rumah serta harta benda.

Sementara terkait dengan masalah tapal batas, yang mengemuka adalah batas wilayah antara negeri Tamilouw dan Dusun Rohua Negeri Sepa Kecamatan Amahai.

Masalah batas wilayah mengakibatkan bentrok antar warga di dua wilayah bertetangga ini. Cilakanya, akar persoalan yakni batas wilayah belum juga mampu diselesaikan oleh pemerintah.

Persoalan batas wilayah antara Kabupaten Maluku Tengah dengan Kabupaten Seram Bagian Barat pun demikian.

Share :

Baca Juga

Berita

Kebakaran Lahan di BTN Lateri Indah, Damkar Ambon Kerahkan Tiga Unit Mobil Pemadam

Berita

Jubir Pemkot Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas, Bukan Nepotisme

Berita

POGI Maluku Perkuat Komitmen Bantu Pemkot Ambon Tekan Angka Stunting

Berita

SMSI Dorong Kolaborasi RRI Perkuat Kompetensi Jurnalis dan Jaga Kedaulatan Informasi

Berita

Kebakaran Gedung Perusahaan CBM di Suli Bawah, Damkar Kota Ambon Kerahkan Enam Unit Mobil Pemadam

Berita

Kadis Kesehatan Apresiasi POGI Maluku, Dorong Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan

Berita

Kemenag Maluku Verifikasi Aktivitas Pelayanan GSY Jemaat Jobel Ambon, Perkuat Tertib Administrasi dan Pembinaan Gereja

Berita

Bridge & Engine Simulator dan 16 Klinik Halal Resmi Diluncurkan di BPPP Ambon