Home / Berita

Senin, 21 Juli 2025 - 13:38 WIB

Sekretaris Komisi III DPRD Maluku, Abdul Kelilauw: Jalan Kelimuri Harus Dibangun Secara Bertahap dan Berkelanjutan

AMBON—Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Abdul Kelilauw, mengungkapkan kondisi terkini terkait pembangunan ruas Jalan Kilimuri di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku.

“Jalan Kilimuri itu dianggarkan melalui DAK tahun lalu, dan memang hanya untuk pembangunan jalan sepanjang 4 kilometer, tanpa menyertakan pembangunan jembatan,” ungkap Kelilauw saat diwawancarai media ini.

Menurut politisi Partai NasDem dapil SBT itu, muncul pertanyaan dari masyarakat dan aktivis di media sosial terkait jembatan-jembatan yang ambruk di sepanjang ruas jalan tersebut. Hal ini memicu Komisi III DPRD Maluku menggelar rapat dengan pihak terkait untuk mengklarifikasi kondisi lapangan.

“Hasil rapat menunjukkan bahwa dalam ruas jalan sepanjang 4 kilometer itu, memang tidak disertai anggaran untuk pembangunan jembatan. Alhasil, beberapa titik yang seharusnya memiliki jembatan hanya dibangun secara darurat oleh pihak kontraktor,” jelasnya.

Baca Juga  BUMN Gelar kegiatan temu pelanggan , Ini Yang Dikatakan Plh Sekda

Kelilauw menegaskan pentingnya sinkronisasi antara pembangunan jalan dan jembatan. Oleh karena itu, saat ini DPRD bersama Pemerintah Daerah sedang menggodok sebuah Peraturan Daerah (Perda) tentang sistem pembangunan tahun jamak (multi-years), agar dalam pembangunan infrastruktur ke depan, jalan dan jembatan dapat dikerjakan sekaligus meskipun pembayarannya dilakukan secara bertahap.

“Kalau waktu itu sudah ada Perda multi-years, pihak ketiga bisa langsung bangun jembatannya, dan pemerintah bisa membayarnya di tahun berikutnya. Ini yang sedang kami bahas di Komisi III sebagai hak inisiatif,” tambahnya.

Ia juga menyinggung komitmen Gubernur Maluku saat itu, Murad Ismail, yang secara adat telah dikukuhkan sebagai anak negeri oleh masyarakat Kilimuri dan dianggap memiliki tanggung jawab moral terhadap kemajuan wilayah tersebut.

Baca Juga  Pemkot Ambon dan Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik

“Secara geografis, Kecamatan Kilimuri masih terisolasi. Dari total panjang jalan yang dibutuhkan sekitar 100 kilometer, baru sekitar 4 kilometer yang dibangun dan itu pun hanya potongan di tengah. Kondisi ini membuat mobilitas manusia dan barang masih sangat terhambat,” jelas Kelilauw.

Ia menegaskan bahwa setiap kali rapat dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dirinya selalu menyuarakan pentingnya percepatan pembangunan jalan Kilimuri. Bahkan, di tahun 2025 ini, meski ada efisiensi anggaran, proyek tersebut tetap akan dilanjutkan secara bertahap melalui skema multi-years.

“InsyaAllah, pembangunan jalan di Kilimuri akan terus berlanjut tiap tahun. Ini komitmen kami agar daerah yang selama ini tertinggal bisa terhubung dan berkembang,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Pemkab Malra Gandeng Kemensos, 1.017 Warga Nikmati Layanan Bakti Sosial Terintegrasi

Berita

DPRD Maluku Desak Tindak Lanjut LKPJ 2025, Soroti Pentingnya Reformasi Tata Kelola Pemerintahan

Berita

DPRD Maluku Siapkan Kuota BBM 2027, Komisi II Panggil OPD dan Soroti Ketimpangan Distribusi

Berita

Wali Kota Ambon Tutup Workshop UNDERVAC-ID, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Cakupan Imunisasi

Berita

Kosgoro Maluku Gelar Musda II, Perkuat Soliditas Hadapi Tantangan Global

Berita

1.298 Lulusan Unpatti Dikukuhkan, Rektor Tegaskan Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian

Berita

Indonesia di Tengah Disrupsi Global: Kaum Muda Ditantang Jadi Motor Perubahan

Berita

Unpatti Gelar Pelatihan Perawatan Mikroskop untuk Tingkatkan Kompetensi Laboran dan Guru