Maluku Tengah – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah bergerak cepat merespons bentrokan yang terjadi antara masyarakat Negeri Larike dan Asilulu pada, Sabtu ( 21/03/2026). Melalui Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, langkah mediasi segera dilakukan guna mencegah konflik meluas.
Upaya tersebut tidak hanya menjadi respons administratif semata, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kedamaian dan memperkuat hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin di antara kedua negeri.
Sebagai tindak lanjut, pertemuan lanjutan digelar di Ambon pada Senin (23/3/2026) kemarin. Kehadiran Wakil Bupati bersama jajaran pemerintah daerah menjadi simbol kuat bahwa negara hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penengah konflik, tetapi juga sebagai penjaga stabilitas sosial.
Dalam arahannya, Mario Lawalata memberikan apresiasi kepada kedua belah pihak yang dinilai mampu menahan diri, sehingga insiden tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Kami mengapresiasi sikap menahan diri dari masyarakat Larike dan Asilulu. Ini menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi persoalan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak terpancing emosi dan lebih mengedepankan dialog dalam mencari solusi yang adil dan bermartabat.
“Jangan biarkan emosi menguasai. Mari kita duduk bersama, mencari jalan keluar terbaik demi kepentingan bersama,” tegasnya.
Lebih jauh, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya nilai-nilai persaudaraan, saling menghargai, serta hidup berdampingan secara damai sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat Maluku.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses mediasi hingga tercapai penyelesaian yang membawa keadilan, ketenangan, dan perdamaian bagi semua pihak.


































