Ambon – Senat Universitas Pattimura menggelar Rapat Kerja guna membahas Program Kerja Tahun Anggaran 2026-2027 pada Selasa, 12/5 bertempat diRuang Senat Universitas Pattimura.
Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa momentum Rapat Kerja ini menjadi langkah strategis untuk bersama-sama membangun Unpatti ke arah yang lebih baik.
“Kita harus berpikir secara kolektif dan komprehensif dalam membangun universitas. Selama ini kita sering terjebak dalam ego sektoral, ego unit, bahkan ego pribadi, padahal kita memiliki potensi besar jika bergerak bersama,” ujar Rektor.
Dalam kesempatan itu juga Rektor menjelaskan berbagai tugas strategis senat sebagaimana diatur dalam peraturan senat, di antaranya menetapkan kebijakan akademik, norma dan etika akademik, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, hingga memberikan pertimbangan terkait pembukaan dan penutupan program studi.
Menurutnya, seluruh tugas tersebut harus dijalankan secara terkoordinasi melalui tujuh komisi senat yang telah dibentuk. Rektor juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap program studi yang mengalami penurunan jumlah mahasiswa secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kita jangan hanya fokus membuka program studi baru, tetapi juga harus berani mengevaluasi program studi yang peminatnya sangat sedikit. Ini perlu kajian serius demi keberlanjutan institusi,” tegas Rektor.
Rektor juga menekankan bahwa kurikulum merupakan inti utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Seluruh standar pendidikan, mulai dari tata kelola, sumber daya manusia, sarana-prasarana, hingga penganggaran, menurutnya harus mendukung pencapaian kurikulum.
“Kalau kurikulum tidak dibenahi, maka standar-standar lainnya juga akan sulit berkembang. Kurikulum adalah fondasi utama dari seluruh proses akademik,” jelas Rektor.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ke lingkungan kampus, mahasiswa memberikan penilaian positif terhadap kedisiplinan dosen dalam proses pembelajaran.
“Mahasiswa menyampaikan bahwa dosen-dosen Unpatti rajin mengajar di kelas. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras seluruh dosen mulai terlihat hasilnya,” ungkap Rektor.
Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus bekerja dengan semangat pengabdian demi kemajuan Universitas Pattimura.
Sementara Itu Ketua Senat Universitas Pattimura Prof. Dr. Tonny D. Pariela, M.A dalam sambutannya mengatakan bahwa rapat kerja tersebut menjadi forum representatif untuk menyepakati program kerja tahun 2026 sekaligus merencanakan program tahun 2027 secara kolektif.
“Rapat kerja ini sangat penting dan bernilai strategis karena menjadi forum representatif untuk menyepakati dan mengambil keputusan tentang apa yang akan kita lakukan sepanjang tahun 2026 serta merencanakan tahun 2027,” ujar Prof. Pariela.
Beliau mengakui bahwa pelaksanaan rapat kerja senat kali ini berlangsung setelah universitas lebih dahulu melaksanakan rapat kerja beberapa bulan sebelumnya. Namun demikian, menurutnya, forum resmi senat tetap diperlukan sebagai bagian dari mekanisme kelembagaan dalam pengambilan keputusan akademik dan organisasi.
Prof. Pariela menjelaskan bahwa rapat kerja tersebut juga bertujuan mengejar penyesuaian terhadap siklus perencanaan universitas sehingga pada tahun mendatang proses penyusunan program dapat berjalan lebih terintegrasi dengan agenda perencanaan institusi.
Ketua Senat Universitas Pattimura menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa Senat Universitas Pattimura berkomitmen memperkuat peran kelembagaan melalui optimalisasi fungsi komisi-komisi senat agar mampu mendukung kerja produktif dan penguatan tata kelola akademik.
Dalam pelaksanaan rapat kerja, Senat Unpatti juga menghadirkan para wakil rektor untuk memaparkan berbagai persoalan strategis serta langkah penanganannya selama periode 2025–2026.

































