Home / Berita

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:00 WIB

BerikutUnpatti Tutup Peksimika 2026, Rektor Dorong Pengembangan Bakat Mahasiswa ke Level Nasional

AMBON-Universitas Pattimura resmi menutup ajang Pekan Seni Mahasiswa Kampus (Peksimika) 2026 yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 2, Rabu (13/5/2026). Penutupan kegiatan dipimpin langsung oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, bersama jajaran pimpinan universitas, dewan juri, serta ratusan peserta dari berbagai fakultas.

Dalam sambutannya, Rektor Leiwakabessy menegaskan bahwa aktivitas kemahasiswaan harus menjadi bagian yang terus dibangun secara berkelanjutan, karena menjadi wadah strategis untuk menemukan dan mengembangkan potensi mahasiswa. Ia meminta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, untuk terus mendorong dan memperkuat kegiatan mahasiswa di berbagai bidang.

Rektor menyoroti bahwa Unpatti dengan jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu memiliki potensi besar dalam berbagai bentuk kecerdasan yang tidak hanya terbatas pada bidang akademik.

“Mahasiswa tidak hanya dinilai dari IQ atau prestasi akademik semata. Ada banyak bentuk kecerdasan lain yang harus diberikan ruang untuk tumbuh, termasuk seni, kreativitas, komunikasi, serta ekspresi budaya,” ujarnya di hadapan peserta dan tamu undangan.

Baca Juga  Pemkot Ambon Serahkan Bantuan 20 Titik Pojok Baca dan Teken PKS antar Perumda Air Minum Tirta Yapono dengan PT.Pelindo Regional IV Cabang Ambon

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Peksimika 2026 yang dinilai berhasil menampilkan kualitas talenta seni mahasiswa Unpatti. Menurutnya, apresiasi dari tamu undangan, baik dari instansi pemerintah maupun swasta, menunjukkan bahwa mahasiswa Unpatti memiliki karakter aktif, kreatif, dan berdaya saing.

Lebih jauh, ia berharap talenta-talenta yang muncul dari ajang tersebut tidak hanya berhenti pada ruang lingkup kampus. Ia mendorong bidang kemahasiswaan untuk menjalin kerja sama dengan mitra dan vendor kreatif di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung agar mahasiswa memiliki peluang lebih luas untuk berkembang secara profesional.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Nur Aida Kubangun, menegaskan bahwa Peksimika bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang yang memberi kesempatan bagi mahasiswa mengekspresikan jati diri melalui seni dan kreativitas.

Baca Juga  Lekransy, Pengawasan Orang Tua Sangat Penting Bagi Anak Di Ruang Medsos

“Seni mampu menyatukan perbedaan melalui harmoni budaya dan kreativitas anak muda. Mahasiswa Unpatti bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga kaya akan rasa, nilai budaya, dan daya cipta,” ungkapnya.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Kepada para pemenang, ia berharap kemenangan dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya. Sementara bagi peserta yang belum meraih juara, ia menegaskan bahwa keberanian tampil adalah bagian penting dari proses belajar dan pengembangan diri.

Peksimika 2026 sendiri diikuti hampir seluruh fakultas di Unpatti dengan kompetisi seni suara, seni rupa, seni sastra, hingga seni pertunjukan. Para peserta terbaik akan dipersiapkan untuk mewakili kampus pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) sebelum melaju ke Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) yang dijadwalkan berlangsung di Jember, Jawa Timur.

Share :

Baca Juga

Berita

Diduga Gunakan Identitas PGI Tanpa Dasar Organisasi yang Jelas, Jemaat Victorius Breaktrough Suli Diminta Diperiksa

Berita

Wali Kota Ambon Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah, SP2D Online Jadi Langkah Menuju Smart City

Berita

DPRD Maluku Terima LHP BPK 2025, Benhur Watubun Tekankan Tata Kelola Keuangan Harus Transparan

Berita

DPRD Maluku Mulai Masa Sidang III, APBD hingga Temuan BPK Jadi Sorotan Utama

Berita

DPRD Maluku Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat di Malteng, Pastikan Program Pendidikan Nasional Tepat Sasaran

Berita

Rektor Unpatti Tegaskan Blok Masela Harus Sejahterakan Masyarakat Maluku, Bukan Sekadar Proyek Energi

Berita

Mahasiswa Seram Utara-Selatan Desak Pemerintah Tinjau Ulang Tapal Batas Hutan, Ancam Gelar Aksi Lanjutan

Berita

Kuba Boinauw: Jangan Hakimi Proyek dari Asumsi, Evaluasi Harus Berbasis Data dan Fakta