LANGGUR – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus memperkuat strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan mendorong aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana. Langkah ini dinilai penting guna menciptakan aparatur yang lebih profesional, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah di masa depan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Program Pascasarjana Universitas Pattimura yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kamis (18/6). Kegiatan itu turut menghadirkan Koordinator Program Studi Doktor Administrasi Publik Universitas Pattimura, Prof. Dr. Jusuf Madubun, M.Si.
Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, saat membacakan sambutan Bupati Maluku Tenggara menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan investasi serius pada kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pendidikan tinggi, khususnya program magister dan doktor, memiliki peran penting dalam melahirkan generasi aparatur yang memiliki kemampuan berpikir strategis, berorientasi pada solusi, dan mampu menghasilkan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.
“Pembangunan daerah membutuhkan SDM yang tidak hanya menguasai aspek teknis pekerjaan, tetapi juga memiliki kemampuan analisis dan perencanaan yang matang. Pendidikan pascasarjana menjadi salah satu instrumen penting untuk menciptakan kapasitas tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tantangan pembangunan di wilayah kepulauan seperti Maluku Tenggara menuntut kehadiran aparatur yang adaptif, memiliki wawasan luas, serta mampu merancang kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tenaga kerja masih perlu ditingkatkan. Angkatan kerja di Maluku Tenggara saat ini masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 41,76 persen dan lulusan Sekolah Dasar (SD) sebesar 22,79 persen. Sementara lulusan sarjana baru mencapai 18,85 persen.
Di lingkungan ASN sendiri, lulusan Strata Satu (S1) mendominasi dengan persentase 56,70 persen, disusul lulusan diploma sebesar 26,11 persen. Sedangkan ASN yang telah menyelesaikan pendidikan magister dan doktor masih berada pada angka 4,33 persen.
Kondisi tersebut, kata Charlos, menjadi pekerjaan rumah sekaligus peluang bagi pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kapasitas aparatur melalui pendidikan lanjutan.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah selama ini telah memberikan dukungan kepada tenaga kesehatan untuk melanjutkan pendidikan. Dukungan serupa diharapkan dapat dimanfaatkan oleh ASN di sektor lainnya agar kualitas birokrasi dan pelayanan publik semakin meningkat.
“Pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi ASN yang ingin meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan S2 maupun S3. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Maluku Tenggara juga berharap Program Pascasarjana Universitas Pattimura dapat terus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pembangunan daerah, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang kuat, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan di lapangan.
Melalui kerja sama yang semakin erat dengan Universitas Pattimura, pemerintah daerah optimistis akan lahir lebih banyak aparatur yang kompeten, profesional, dan siap membawa perubahan positif bagi Maluku Tenggara.
Mengakhiri sambutannya, Charlos menekankan bahwa pengalaman kerja harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas akademik. Menurutnya, perpaduan keduanya akan menghasilkan aparatur yang mampu menghadirkan inovasi dan mempercepat kemajuan daerah.
“Pengalaman lapangan sangat penting, tetapi harus diperkuat dengan ilmu pengetahuan dan metodologi yang tepat. Dengan begitu, kita dapat melahirkan SDM unggul yang mampu membawa Maluku Tenggara menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya.





































