AMBON, GLOBALMALUKU.ID | Pembangunan infrastruktur gas di wilayah Indonesia Timur, termasuk Maluku, Maluku Utara, dan Papua, dijadwalkan masuk program tahun 2027. Rencana tersebut disiapkan untuk mendukung pengembangan jaringan gas seiring dengan proses pengembangan proyek gas alam cair (LNG) Abadi di Blok Masela.
Ketua Umum Pusat Pasprobo yang juga Komisaris Utama PT PLN Energi Gas, Saiful Chaniago, menyampaikan hal tersebut kepada media ini, Kamis (22/10/2026). Ia menjelaskan, timnya telah melakukan survei awal untuk mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi pembangunan infrastruktur gas.
“Pembangunan infrastruktur gas, khususnya di Maluku dan seluruh wilayah Indonesia Timur, sudah dijadwalkan pada tahun 2027. Kemarin, tim kami juga sudah melakukan survei untuk melihat titik-titik yang berpotensi dikembangkan,” ujar Saiful.
Menurutnya, penentuan lokasi dan pelaksanaan pembangunan secara lebih terperinci akan diperjelas dalam program tahun 2027. Tahapan tersebut juga perlu mempertimbangkan perkembangan proyek gas Masela yang masih dalam proses pengembangan.
Saiful mengatakan, pengembangan infrastruktur gas akan disesuaikan dengan kesiapan pasokan dan tingkat produktivitas gas, sehingga pembangunan jaringan dapat berjalan seiring dengan ketersediaan sumber energi.
“Lebih jelasnya nanti pada tahun 2027 sudah diprogramkan. Kita juga masih menunggu perkembangan dan produktivitas gas Masela, sehingga pembangunan infrastruktur gas secara masif di seluruh wilayah Indonesia Timur dapat disesuaikan dengan kesiapan pasokannya,” jelasnya.
Maluku Masuk Rencana Pengembangan Infrastruktur Gas
Rencana pembangunan ini menempatkan Maluku sebagai salah satu wilayah yang masuk dalam agenda pengembangan infrastruktur gas di kawasan timur Indonesia. Selain Maluku, wilayah Papua dan Maluku Utara juga disebut menjadi bagian dari cakupan rencana tersebut.
Pengembangan infrastruktur gas berpotensi mendukung pemanfaatan sumber daya energi, memperkuat ketersediaan energi bagi kegiatan ekonomi, serta membuka peluang pengembangan industri yang membutuhkan pasokan gas.
Namun, realisasi manfaat tersebut akan bergantung pada kepastian lokasi pembangunan, kesiapan pasokan, skema investasi, serta tahapan pelaksanaan yang ditetapkan dalam program terkait.
Saiful menegaskan bahwa survei yang telah dilakukan merupakan bagian dari persiapan awal. Adapun rincian lokasi, jadwal konstruksi, kapasitas infrastruktur, dan target operasional belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangannya.
Menunggu Perkembangan Gas Masela
Proyek gas Abadi di Blok Masela menjadi salah satu faktor penting dalam perencanaan pengembangan infrastruktur gas di Maluku. Ketersediaan pasokan dari proyek tersebut perlu diperhitungkan agar pembangunan jaringan gas dapat diselaraskan dengan kebutuhan dan kemampuan distribusi.
Karena itu, program tahun 2027 diharapkan menjadi tahapan penting untuk memperjelas rencana pengembangan infrastruktur gas di Maluku dan wilayah Indonesia Timur lainnya.
Pemerintah dan pihak terkait masih perlu memastikan kesiapan teknis, kepastian pendanaan, lokasi pembangunan, serta mekanisme distribusi sebelum rencana tersebut dapat direalisasikan secara luas.
Dengan demikian, rencana yang disampaikan Saiful Chaniago menjadi indikasi awal arah pengembangan infrastruktur gas di kawasan timur Indonesia. Kepastian pelaksanaan dan dampaknya bagi masyarakat akan ditentukan oleh perkembangan program serta keputusan teknis dan investasi berikutnya.

































