GlobalMaluku.ID-Petrus Saul Tuhuteru,Kades Hatusua Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)Provinsi Maluku raih penghargaan Kumham di tingkat Nasional.
Kurang lebih 1.067 Kepala Desa seluruh Indonesia mengikuti seleksi secara bertahap dari tingkat Kabupaten, Provinsi dan menuju ke tingkat Nasional, namun hanya 300 Kepala Desa yang berhasil lolos ke tingkat Nasional.
Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi Provinsi Maluku, terlebih khusus Kabupaten berjuluk Saka Mese Nusa yakni Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dalam hal ini Kepala Desa Hatusua Petrus Saul Tuhuteru.
Secara berjenjang Negeri ini lolos dalam tahapan seleksi dan berhasil mewakili Provinsi Maluku ke tingkat Nasional. Satu prestasi gemilang yang berhasil diraih Tuhuteru di tingkat Nasional, terlihat dari peringkat I pemberian hadiah oleh Bank Mandiri kepada Tuhuteru.
Belum lagi predikat lainnya yang diberikan kepadanya saat mengikuti kegiatan tingkat Nasional. Ia mendapat sertifikat karena mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 28 – 31 Mei 2024.
Baca Juga: Asosiasi Badan Saniri Kabupaten Malteng Terbentuk
Sertifikat tersebut sebagai peserta kegiatan Paralegal Academy, dan bukan saja itu, namun Tuhuteru juga diberikan piagam penghargaan Non Litigation Peacemaker (NLP) sebagai peserta terbaik Para Legal Justice Award dalam kategori penyelesaian berbagai konflik atau permasalahan Hukum secara Nonlitigasi yang dihadapi oleh masyarakat di wilayahnya.
Selain itu, Tuhuteru juga diberikan sejumlah penghargaan lewat pengalungan kain syal yang didapatkan sebagai ‘Top Favorit Publik PJA 2024’, kemudian Non Litigation Peacemaker, dan juga Para Legal Justice Award dari Mahkamah Agung RI.
Selain itu Tuhuteru pun diberikan piala penghargaan dan Lencana keemasan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Mahkamah Agung RI.
Yang lebih menarik lagi, Tuhuteru sebagai Kades Hatusua dalam kegiatan itu ia mendapat piagam penghargaan dari Kemenhumkam sebagai ‘Anubhawa Sasana Jagaddhita’, yang telah menyukseskan dan mengembangkan program pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Terungkap Ada Kasus Perdagangan Orang di SBT
Sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berfokus pada kemudahan berusaha (investasi),peningkatan sektor pariwisata dan perluasan lapangan kerja melalui sumber daya alam dan kearifan lokal adat istiadat setempat.
Rasa bangga ini menjadi satu harapan besar Kades Hatusua Petrus Saul Tuhuteru dalam penerapan ilmu perdamaian yang didapatkan saat berhasil mewakili Kepala Desa se-Maluku di tingkat Nasional.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bekerja sama dengan Mahkamah Agung RI serta beberapa Kementerian lain-nya.
Tuhuteru kepada awak media di Ambon mengungkapkan, kegiatan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi dirinya bisa mewakili semua Kepala Desa se-Maluku, dan bisa belajar lebih mendalam ilmu kemasyarakatan yang mana bisa menjadi Hakim Pendamai di Desa, sehingga setiap permasalahan rakyat tidak sampai ke pengadilan.” ujar Tuhuteru
“Kegiatan ini bertujuan membantu Kemenkumham dan Mahkamah Agung RI guna mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat,”jelas Tuhuteru.
Baca Juga: Bupati Lantik Pengurus TPKAD Malteng
Tuhuteru menambahkan, kurang lebih satu Minggu dalam kegiatan, para peserta dilatih sehingga ada yang berhasil menjadi peserta terbaik dan Top Favorit Publik, dalam mengatasi berbagai permasalahan masyarakat yang tidak sampai ke tingkat pengadilan, namun diselesaikan secara kekeluargaan dengan baik di Desa.
Dan, keberhasilan meraih predikat terbaik di tingkat Nasional dalam kegiatan tersebut salah satunya dalam acara penganugerahan itu terpilih sepuluh Kades dan dirinya salah satu yang termasuk di antara sepuluh peserta tersebut.
Diakhir kata, lanjut Tuhuteru, pihaknya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak dan basudara yang sudah mendukung dengan doa dan “Vote” yang diberikan sehingga dapat menunjang meraih Top favorit publik PJA 2024.
“Hal ini merupakan perjuangan kita bersama untuk nama baik Provinsi Maluku, Kabupaten Seram Bagian Barat dan sudah tentu untuk Negeriku tercinta Hatusua Sourissa Serambi,” pungkasnya.(Odon)

































