GlobalMaluku TV : Puluhan warga Desa Seriholo, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, melakukan aksi pemalangan jalan lintas Seram pada Sabtu (25/4), sebagai bentuk protes terhadap maraknya pencurian hasil kebun mereka.
Aksi tersebut berdampak langsung pada terganggunya arus transportasi dari wilayah Seram Bagian Barat menuju Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, dan sebaliknya. Sejumlah kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga bus antar kota, terpaksa berhenti karena akses jalan ditutup menggunakan batang kayu yang dibentangkan di badan jalan.
Warga mengaku kesal lantaran kebun cengkih milik mereka kembali menjadi sasaran penebangan oleh orang tak dikenal. Kejadian ini disebut bukan yang pertama, melainkan telah berulang kali terjadi tanpa adanya penyelesaian yang jelas.
Dalam video yang beredar di media sosial, salah satu warga menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan kasus tersebut. Ia menyebut bahwa laporan sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak berwenang, namun belum membuahkan hasil.
“Hari ini, 25 April 2026, di tempat yang sama kembali terjadi penebangan pohon cengkih milik warga. Ini bukan pertama kali, kami sudah berulang kali melapor,” ujarnya.
Warga berharap aparat kepolisian segera turun tangan untuk mengusut pelaku serta mengamankan situasi. Mereka juga meminta agar akses jalan lintas Seram segera dibuka kembali demi kelancaran aktivitas masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih dalam pemantauan dan arus lalu lintas belum sepenuhnya normal.

































