Ambon – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, secara resmi menutup kegiatan Participatory Workshop Studi UNDERVAC-ID yang menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi rendahnya cakupan imunisasi di wilayah Ambon dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Wattimena mengapresiasi peran Poltekkes Kemenkes RI Maluku yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah daerah mengidentifikasi berbagai kendala terkait imunisasi, tidak hanya di Kota Ambon tetapi juga di Kabupaten Maluku Tengah.
Ia menjelaskan bahwa melalui proses diskusi yang intensif selama workshop berlangsung, para peserta berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi strategis yang konkret dan aplikatif. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi pedoman bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan peran masing-masing secara lebih terarah.
“Rekomendasi ini akan menjadi acuan penting agar setiap pihak memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam meningkatkan cakupan imunisasi,” ujar Wattimena.
Sebagai bentuk keseriusan, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk segera menindaklanjuti hasil workshop tersebut. Seluruh perangkat daerah, mulai dari Dinas Kesehatan hingga jajaran pemerintah di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, akan dilibatkan secara aktif.
Menurutnya, pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang solid menjadi kunci utama dalam mencapai target peningkatan imunisasi bagi masyarakat.
“Kami akan memastikan seluruh elemen bergerak bersama secara terstruktur, sehingga tujuan meningkatkan cakupan imunisasi di Kota Ambon dapat tercapai secara optimal,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam perlindungan melalui imunisasi.

































