Ambon – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Ambon di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Lapas Kelas IIA Ambon dengan menggelar bazar UMKM yang menampilkan beragam hasil karya warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai produk kreatif dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan berbahan tempurung kelapa yang dibentuk menjadi miniatur kapal, kerajinan dari kerang, hingga aneka produk olahan makanan. Bazar ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus pemberdayaan warga binaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, menyampaikan harapannya agar kegiatan bazar UMKM ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan kualitas yang semakin baik.
Menurutnya, bazar ini merupakan bagian dari pembinaan positif bagi warga binaan agar mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat. “Produk UMKM ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bekal bagi warga binaan untuk beradaptasi setelah bebas nanti,” ujarnya.
Persulessy juga menjelaskan bahwa produk yang ditampilkan merupakan hasil karya warga binaan bersama dukungan ibu-ibu Persatuan Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) cabang Maluku. Berbagai kerajinan seperti sofa mini, miniatur motor, dan karya lainnya dihasilkan melalui pelatihan yang diberikan kepada warga binaan.
“Kami terus memberikan motivasi dan pelatihan agar mereka mampu menghasilkan karya terbaik, baik untuk diri sendiri maupun keluarga,” tambahnya.
Selain dipamerkan di lingkungan rutan, produk UMKM tersebut juga ditampilkan pada stand Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Maluku. Jika ada masyarakat yang berminat, pihak rutan siap menyalurkan pesanan tersebut.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, menegaskan bahwa dalam rangka memperingati HUT Lapas, pihaknya telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya perlombaan olahraga, seni, bakti sosial, serta sosialisasi bagi warga binaan.
Ia berharap seluruh warga binaan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki diri dan membangun karakter yang lebih baik. “Kami berharap warga binaan mampu berubah dan siap beradaptasi kembali di tengah masyarakat,” pungkasnya.

































