Home / Berita

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Blok Masela Jangan Cuma Keruk Kekayaan Maluku! Pemprov Desak Lapangan Kerja dan Kesejahteraan Rakyat Jadi Prioritas

GLOBALMALUKU.ID, JAKARTA | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menegaskan pengembangan Blok Masela harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar menjadi proyek investasi energi berskala besar.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik bertajuk “Blok Masela sebagai Motor Pertumbuhan: Memperkuat Ketahanan Energi Indonesia dan Mempercepat Kesejahteraan Maluku” yang berlangsung di Buntu Coffee, Tebet, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, hadir menyampaikan pandangan pemerintah daerah mengenai pentingnya memastikan manfaat pengembangan Blok Masela dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku.

Kegiatan tersebut dihadiri Forum Komunikasi Aktivis Maluku Jakarta, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, insan pers, generasi muda, serta berbagai elemen yang memiliki perhatian terhadap masa depan pembangunan Maluku.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang disampaikan Saiful, Pemprov Maluku menilai Blok Masela merupakan peluang strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah.

Namun, besarnya investasi dan kapasitas produksi gas tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan proyek tersebut.

“Maluku tidak boleh hanya menjadi tempat sumber daya alam diambil. Maluku harus menjadi bagian penting dalam proses penciptaan nilai tambah,” demikian penegasan Gubernur dalam sambutan tertulisnya, sebagaimana dikutip dari Media Center Pemerintah Provinsi Maluku.

Tenaga Kerja Lokal Jangan Hanya Jadi Penonton

Salah satu perhatian utama Pemprov Maluku adalah keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pengembangan Blok Masela. Pemerintah menilai masyarakat Maluku harus dipersiapkan agar mampu mengambil bagian dalam berbagai peluang pekerjaan yang muncul dari proyek tersebut.

Baca Juga  Fraksi Gerindra Dorong Pemerataan Layanan Publik dan Percepatan Pemekaran Kecamatan Teluk

Untuk itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi, dan penguatan kompetensi sesuai kebutuhan industri minyak dan gas bumi.

Pemprov juga menekankan bahwa proses perekrutan tenaga kerja harus berlangsung secara transparan dan berdasarkan kompetensi.

Dengan langkah tersebut, putra-putri Maluku diharapkan memiliki kesempatan untuk bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan proyek strategis tersebut.

Tantangan ini menjadi penting agar pembangunan industri energi tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi di wilayah Maluku, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat setempat.

UMKM dan Pengusaha Lokal Harus Dilibatkan

Selain tenaga kerja, Pemprov Maluku mendorong pelaku usaha lokal, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta badan usaha milik daerah agar memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam rantai pasok industri Blok Masela.

Keterlibatan tersebut membutuhkan peningkatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, kemitraan dengan perusahaan, serta keterbukaan informasi mengenai pengadaan barang dan jasa.

Pemerintah menilai pengembangan Blok Masela harus mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Artinya, manfaat proyek tidak berhenti pada sektor migas, tetapi turut menggerakkan perdagangan, jasa, transportasi, logistik, dan berbagai sektor produktif lainnya.

Pemanfaatan energi juga diharapkan dapat mendukung pengembangan kelistrikan, perikanan, serta industri pengolahan hasil laut yang memiliki potensi besar di Maluku.

Dengan demikian, masyarakat dan pengusaha lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah besarnya investasi, tetapi juga menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan.

Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Perhatian

Pemprov Maluku turut menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung yang terintegrasi untuk menunjang pengembangan Blok Masela.

Baca Juga  Magister Ilmu Kelautan Unpatti Pertahankan Akreditasi Unggul, Jadi Role Model Mutu Pascasarjana di Maluku

Infrastruktur yang dimaksud mencakup konektivitas jalan, pelabuhan, bandara, telekomunikasi, energi, air bersih, fasilitas kesehatan, hingga sistem logistik.

Ketersediaan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperkuat hubungan antardaerah kepulauan sekaligus mendukung aktivitas industri dan perekonomian masyarakat.

Di sisi lain, pembangunan harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat diperlukan agar pengembangan proyek berlangsung secara bertanggung jawab.

Pemprov Maluku juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, SKK Migas, operator proyek, akademisi, dan pelaku usaha untuk mengawal pengembangan Blok Masela.

Keberhasilan Blok Masela Harus Diukur dari Manfaat bagi Rakyat

Pemprov Maluku menegaskan bahwa Blok Masela harus dipandang sebagai pembangunan ekosistem ekonomi, bukan semata-mata pembangunan proyek energi.

Keberhasilannya perlu tercermin melalui peningkatan kesempatan kerja, tumbuhnya usaha lokal, peningkatan kompetensi tenaga kerja, membaiknya konektivitas, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Pesan utama pemerintah daerah adalah memastikan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Maluku dapat menghasilkan nilai tambah bagi daerah dan masyarakatnya.

“Pembangunan Blok Masela harus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Kekayaan alam boleh berada di bawah laut Maluku, tetapi nilai tambahnya harus tumbuh di Maluku melalui lapangan kerja, usaha masyarakat, peningkatan pelayanan dasar, konektivitas, dan kesejahteraan rakyat,” demikian pesan Gubernur Maluku.

Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, pengembangan Blok Masela diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Maluku sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

 

Share :

Baca Juga

Berita

Gubernur Maluku Dukung Seram Opportunity, 400 Kluster Sawit Dibidik dan 20 Ribu Tenaga Kerja Ditargetkan

Berita

Ketua Komisi IV DPR RI Apresiasi Bulog Capai Pengadaan 4 Juta Ton Beras, Gubernur Maluku Hadir di Ambon

Berita

Wattimena Tegaskan Penataan OPD Bukan untuk Tambah Jabatan, Tapi Perkuat Pelayanan Publik

Berita

Kejati Maluku Ingatkan Kepala Sekolah: Kelola Dana BOSP, Jangan Campur Kepentingan Pribadi

Berita

Halidah Rahawarin Resmi Jabat Wakil Dekan FK Unpatti, Rektor Bidik Akreditasi Unggul

Berita

Tenaga Kerja Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir, Pemerintah Diminta Bela Anak Maluku

Berita

Lewerissa: ASN Sehat, Solid, dan Profesional untuk Perkuat Pelayanan Publik

Berita

Perubahan KUA-PPAS 2026, Maluku Tengah Dapat Tambahan Fiskal Rp68,76 Miliar