Home / Berita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Bodewin Wattimena: Pembangunan Ambon Tak Cukup dengan Teknologi Canggih, Manfaatnya Harus Dirasakan Semua Warga

GLOBALMALUKU.ID, AMBON |Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa pembangunan berbasis sains dan teknologi tidak boleh hanya berorientasi pada kecanggihan inovasi, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mengurangi kesenjangan, dan memastikan seluruh warga merasakan manfaat pembangunan.

Penegasan tersebut disampaikan Bodewin saat memberikan sambutan dalam konferensi bertema pembangunan inklusif berbasis sains dan teknologi yang berlangsung di Santika Hotel, Ambon, Jumat (16/10/2026).

Dalam paparannya, Bodewin menekankan pentingnya menjadikan ilmu pengetahuan, data, dan inovasi teknologi sebagai landasan pengambilan kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, kemajuan teknologi harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat, bahkan sering kali melampaui kemampuan pemerintah dan masyarakat untuk beradaptasi. Karena itu, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan.

“Ukuran yang lebih penting adalah apakah kemajuan sains dan teknologi ini bermanfaat, berdampak untuk pencapaian tujuan pembangunan, menjawab kebutuhan masyarakat, memperluas kesempatan, mengurangi kesenjangan, dan menjaga keberlanjutan,” demikian inti penegasan Bodewin dalam sambutannya.

Menurutnya, Kota Ambon menghadapi berbagai tantangan perkotaan, mulai dari kemiskinan, ketimpangan ekonomi, keterbatasan ruang, persoalan sampah, banjir, hingga risiko bencana dan perubahan iklim.

Karakteristik geografis Ambon yang terdiri atas wilayah pesisir dan perbukitan, ditambah keterbatasan lahan, menuntut pemerintah menyusun kebijakan pembangunan secara cermat dengan berlandaskan data, fakta, dan kajian ilmiah.

Di sektor ekonomi, pemerintah perlu mendorong produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital agar pelaku usaha mampu memperluas jaringan dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Sementara itu, dalam sektor sosial, pemerataan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta perlindungan kelompok rentan menjadi bagian penting dari pembangunan inklusif.

Bodewin juga mengingatkan bahwa teknologi yang berhasil diterapkan di daerah atau negara lain tidak selalu dapat langsung diterapkan di Kota Ambon. Setiap inovasi harus mempertimbangkan kondisi wilayah, kesiapan sumber daya, ketersediaan sarana, serta kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Raih Penghargaan ABBWI 2024 Di Banyuwangi Ini Yang Dikatakan Kaya

Ia mencontohkan harapan sebagian masyarakat agar pemerintah menggunakan pesawat untuk memadamkan kebakaran atau melakukan rekayasa cuaca guna mendatangkan hujan ketika Ambon menghadapi kabut asap.

Menurutnya, harapan masyarakat tersebut perlu dipahami, tetapi penerapan teknologi harus didukung kondisi teknis, sumber daya, dan kemampuan operasional yang memadai.

Karena itu, pemerintah perlu mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah dan kondisi lapangan, sembari terus memperkuat kapasitas dalam menangani berbagai persoalan perkotaan.

Data dan Teknologi Jadi Dasar Kebijakan

Dalam upaya mewujudkan pembangunan berbasis sains, Pemerintah Kota Ambon terus mendorong integrasi data sektoral, statistik, spasial, kependudukan, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan ekonomi sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Bodewin menyampaikan bahwa kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan perguruan tinggi diperlukan untuk memastikan kebijakan pemerintah didukung penelitian, data yang akurat, serta pemahaman menyeluruh terhadap persoalan masyarakat.

Ia juga menyebutkan bahwa Kota Ambon telah menjadi bagian dari program percontohan smart city di Indonesia. Dalam evaluasi yang dipaparkannya, Indeks Smart City Kota Ambon mencapai 3,6 dari skala 4.

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan kota cerdas tidak diukur dari banyaknya aplikasi digital yang dikembangkan, melainkan dari kemampuan teknologi dalam mempercepat, mempermudah, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Salah satu contoh pemanfaatan teknologi yang dirasakan masyarakat adalah layanan Call Center Darurat 112 Kota Ambon. Layanan tersebut membantu masyarakat menyampaikan laporan kedaruratan untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi petugas terkait, termasuk kebutuhan pertolongan medis dan penanganan kejadian yang membutuhkan respons segera.

Menurut Bodewin, pemanfaatan teknologi harus berorientasi pada penyelesaian masalah dan memberikan kemudahan bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol modernisasi pemerintahan.

Baca Juga  Komisi II dan Komisi I DPRD Maluku Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Stasiun Radar TNI AU, Yang Dikomplain Warga.

Beta Par Ambon, Ambon Par Samua

Lebih lanjut, Bodewin menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Ambon selama lima tahun kepemimpinannya berorientasi pada terwujudnya Ambon yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

Prinsip tersebut harus memastikan tidak ada warga yang tertinggal atau terabaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, maupun pelaksanaan pembangunan.

Semangat itu tercermin dalam slogan “Beta Par Ambon, Ambon Par Samua”, yang bermakna bahwa Ambon merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun kondisi sosial ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media untuk mengatasi persoalan perkotaan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Perguruan tinggi, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam menghasilkan penelitian dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Pemerintah perlu membuka ruang kerja sama agar hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan solusi pembangunan.

Dalam konteks keberlanjutan, Bodewin mengingatkan bahwa pembangunan hari ini harus mempertimbangkan kepentingan generasi mendatang. Kemajuan tidak boleh dicapai dengan mengorbankan lingkungan atau meninggalkan persoalan yang kelak harus ditanggung anak cucu.

Ia berharap konferensi tersebut menghasilkan gagasan dan kolaborasi konkret untuk memperkuat pemanfaatan sains dan teknologi dalam pembangunan Kota Ambon.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus tercermin dari kehidupan masyarakat yang semakin baik, pelayanan publik yang semakin mudah diakses, kesenjangan yang semakin berkurang, serta lingkungan yang tetap terjaga.

Dengan demikian, pembangunan berbasis sains dan teknologi di Kota Ambon diharapkan tidak berhenti pada inovasi digital, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil, merata, dan berkelanjutan.

Share :

Baca Juga

Berita

DPRD Maluku Soroti Keberlanjutan Irpom, 324 Unit Efektif dan Dua Lokasi Terkendala

Berita

Unpatti Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Sosial bagi Penerima Beasiswa Cahaya Pintar YBM PLN

Berita

Unpatti Kirim 17 Mahasiswa Hukum ke Bali, Siap Pertahankan Prestasi Emas di Kompetisi Peradilan Semu

Berita

Kemarau Tak Surutkan Produksi Padi, 3.000 Hektare Sawah di Seram Utara Kobi Tertanami, Seti Targetkan 1.250 Hektare

Berita

33 Titik Karhutla Tercatat di Maluku Tengah, Bupati Zulkarnain Perkuat Penanganan

Berita

1.770 LAPORAN DARURAT MASUK CALL CENTER 112 AMBON, KEBAKARAN MELONJAK 41 KASUS HINGGA 13 OKTOBER

Berita

TMMD KE-130 KODIM 1504/AMBON RESMI DIBUKA, BODEWIN WATTIMENA SOROTI KETAHANAN AIR BERSIH DAN ANCAMAN EL NIÑO

Berita

Wali Kota Ambon Berlakukan WFH dan PJJ, Antisipasi Dampak Kabut Asap