Ambon – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menggelar Lomba Orasi Ilmiah Mahasiswa Tingkat Universitas sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63, yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 2, Senin (13/4). Sebanyak 19 mahasiswa dari berbagai fakultas turut ambil bagian dalam ajang akademik tersebut dengan mengusung tema “Inovasi Pertanian Berkelanjutan: Suara Generasi Z Membangun Kedaulatan Pangan.”
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kemampuan orasi ilmiah sebagai sarana pengembangan intelektual mahasiswa.
“Melalui lomba ini, mahasiswa dilatih untuk mengekspresikan ide dan pendapat secara ilmiah. Setiap gagasan harus didukung oleh fakta dan data yang akurat agar dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Prof. Malle.
Ia juga menekankan bahwa seorang orator tidak hanya dituntut piawai berbicara, tetapi juga memiliki wawasan luas yang diperoleh melalui budaya membaca dan mengikuti perkembangan zaman. Sosok Presiden pertama RI, Soekarno, disebut sebagai contoh orator ulung dengan kemampuan retorika dan kedalaman pengetahuan.
Lebih lanjut, Prof. Malle menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa perlu membekali diri dengan kemampuan komunikasi yang efektif dan inspiratif. Ia pun mengapresiasi karakter masyarakat Maluku yang dikenal berani dan tegas dalam menyampaikan pendapat, yang menurutnya perlu terus diasah melalui kegiatan akademik seperti ini.
“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Seksi Lomba, Dr. Jan W. Hatulesila, S.Hut., M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa lomba ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga ruang akademik untuk menguji kualitas pemikiran mahasiswa.
“Lomba ini bertujuan mendorong budaya berpikir kritis, meningkatkan kemampuan komunikasi akademik, serta menumbuhkan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan sebagai solusi bagi permasalahan bangsa dan daerah, khususnya di Maluku,” jelasnya.
Dalam lomba tersebut, para peserta menyampaikan orasi ilmiah berdurasi 3 hingga 7 menit yang dinilai secara objektif oleh tiga dewan juri profesional, yakni Prof. Dr. Ir. Wardis Girsang, M.Si., Dr. Renny Heronia Nendissa, SH., MH., serta Abraham Donald Lekatompessy, SP., MP.
Hasil penilaian akan diumumkan pada puncak perayaan Dies Natalis ke-63 Universitas Pattimura.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pattimura kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul, kritis, dan berintegritas. Lomba orasi ilmiah ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan kepemimpinan dan penguatan budaya akademik di lingkungan kampus.
Dengan semangat Dies Natalis ke-63, diharapkan lahir orator-orator muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian dan kemajuan Indonesia di era Generasi Z.

































