Ambon – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, secara resmi membuka kegiatan bimbingan dan pelatihan Manasik Haji bagi calon jamaah haji Kota Ambon tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di halaman Asrama Haji Waeheru, Kamis (16/04/2026).
Dalam sambutannya, Ely menegaskan bahwa ibadah haji merupakan amanah besar yang membutuhkan kesiapan matang, baik secara fisik maupun spiritual. Ia juga memastikan bahwa Pemerintah Kota Ambon berkomitmen penuh untuk mendukung seluruh proses keberangkatan jamaah.
“Pemerintah Kota Ambon bersama Kementerian Haji dan Umrah serta instansi terkait siap mendampingi jamaah mulai dari aspek kesehatan, pelatihan, fasilitas keberangkatan, hingga bantuan uang saku. Ini merupakan bentuk nyata perhatian kami,” ujar Ely.
Lebih lanjut, Ely menjelaskan bahwa kegiatan manasik haji tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan merupakan simulasi menyeluruh yang dirancang menyerupai kondisi di Tanah Suci, baik di Mekkah maupun Madinah.
Menurutnya, melalui simulasi ini para jamaah diharapkan dapat memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji secara teori dan praktik, sehingga mampu menjalankan ibadah dengan mandiri dan penuh kekhusyukan.
“Kesiapan adalah kunci utama. Karena itu, seluruh jamaah diharapkan mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, H. Amir Machmud Latar, melaporkan bahwa jumlah calon jamaah haji Kota Ambon tahun ini mencapai 462 orang. Rinciannya terdiri dari 176 jamaah laki-laki dan 286 jamaah perempuan.
Menariknya, jamaah yang akan diberangkatkan memiliki rentang usia yang cukup beragam, mulai dari usia termuda 20 tahun hingga jamaah tertua berusia 84 tahun.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan manasik haji ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ambon Tahun Anggaran 2026, dengan menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai instansi terkait.
Di akhir kegiatan, Wakil Wali Kota Ambon kembali mengingatkan para calon jamaah untuk mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari sisi kesehatan maupun kesiapan mental dan spiritual.
“Jaga kesehatan, perbanyak ibadah dan doa. Kesiapan yang matang akan sangat menentukan kelancaran dan kekhusyukan dalam menunaikan rukun Islam kelima,” tutup Ely Toisutta.

































