Home / Berita

Rabu, 11 Desember 2024 - 23:00 WIB

Diskan SBB Gelar Bimtek Sertifikasi Kecakapan Nelayan Se-Kecamatan Taniwel

GlobalMaluku.ID,Piru-Dinas Perikanan(Diskan)Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB)bekerjasama dengan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan(BP3)Ambon menggelar Bimbingan Teknis Sertifikasi Kecakapan Nelayan Tahun 2024.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Kabupaten SBB,pada Rabu(11/12/2024).

Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) merupakan sertifikasi keahlian bagi nahkoda dan awak kapal .Kegiatan ini bermanfaat bagi nelayan untuk meningkatkan kecakapan dan pemberdayaan nelayan atau pemahaman nelayan tentang keselamatan dalam melakukan aktivitas penangkapan.

Diketahui kegiatan tersebut diikuti 30 orang nelayan dari Kecamatan Taniwel.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 (satu) hari dan dibuka oleh Penjabat(PJ)Bupati SBB,DR.Achamad Jais Ely. ST. M.Si,serta dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Perikanan Abubakar, Kepala dinas dan staf lingkup Dinas Perikanan Kabupaten SBB, Ketua TP-PKK SBB, Ny. Anita Jais Ely, sejumlah OPD dan Penyuluh Perikanan dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan(BP3)Ambon, Abubakar, S.ST.PI,.M.SI, mengatakan,empat tahun yang lalu,baru pertama kali menginjakkan kaki di Maluku(Ambon) dan langsung ketemu dengan bapak Pj Bupati Jais Ely. “Saya banyak belajar dari beliau, terkait dengan kepemimpinan dan lain sebagainya, ujar Kepala BP3 Ambon.

Menurutnya, DR.Achamad Jais Ely, ST. M.Si,sangat menginspirasi kita semua ,dengan beliau menjadi Pj Bupati di SBB ini , ” saya yakin kinerja dan program kerjan dibuktikannya .

Dirinya mengakui, baru pertama kali ada Pelatihan Sertifikasi Nelayan dalam jumlah yang sangat besar. Dan ini terbesar yang kami sertifikasi diantara seluruh Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Maluku, jadi dari APBD 426,ditambah juga dari APBN yang masuk di SBB , sertifkasi SKN kita di tahun ini adalah 382 , jadi hampir seribu orang Sertifikasi di SBB, “akui Abubakar

“Tapi melihat dari jumlah nelayan kita yang ada di SBB sekitar 6000, dengan 5000 kapal ,nelayan ada sekitar 10.000.000,lebih dengan jumlah kapal sekitar 6000,tapi yang besarnya ssekitar 5 GT kebawah , tetapi sesuai dengan amanah Permen KP 33 tahun 2001 sebenarnya sudah harus berlaku tanggal 1 Januari 2024 , cuma karena ada realisasi maka tahun ini tidak di berlakukan secara ketat dan nanti akan berlaku 1 januari 2025,artinya kalau 1 Januari 20225 yang tinggal beberapa hari kedepan tidak ada relalisasi lagi ,berarti semua kapal-kapal yang beroperasi di laut wajib memiliki sertifikat untuk yang membawa kapal, 5 GT SKN yang 5-30 GT adalah SKN juga, nanti yang 100 sampai 300 GT itu untuk Nahkodanya, jelas Abubakar.

Baca Juga  Ini Harapan Pj. Walikota Ambon Pada Kegiatan “Wajar” di Negeri Tawiri

Ia juga mengatakan,”Khusus untuk para peserta nelayan ,kami menyampaikan bahwa kita harus mengikuti regulasi yang ada, pungkasnya.

Kata dia , kapal-kapal yang tidak memiiliki sertifikasi nelayan, akan susah kedepan untuk menjual ikan, karena negara untuk tujuan ekspor itu sudah mengharuskan sumber ikan ini ditangkap dengan perahu atau kapal. Siapa, apakah nelayannya sudah di sertifikasi, bebernya.

Makanya sekarang sudah mulai muncul ada pemisahan ada yang pakai eifledel, dan sudah pasti harganya lebih tinggi dari pada yang tidak memilih eifledel, karena sumber daya ikan kita ini akan habis kalau tidak di kontrol, kenapa disertifikasi supaya kita bisa mengontrol, kita bisa tahu bahwa ikan itu diantar dengan kapal awak kapalnya sudah disertifikasi .

“Kami dari BP3 Ambon akan mendorong kedepan agar kita bisa bersinergi baik anggaran APBN di dukung dari APBD , kita sama-sama menuntaskan sertifikasi para nelayan kita, sehingga ke depan bisa menghasilkan yang lebih baik.

Ditempat yang sama Pj Bupati dalam sambutannya juga menyampaikan, pengembangan kapasitas nelayan terutama nelayan kecil adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan nelayan kecil dalam berbagai aspek, seperti meningkatkan Produktifitas, menciptakan usaha Perikanan yang berkelanjutan, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan nelayan serta memperluas jaringan hasil Perikanan .

Sebagai wujud kepedulian dalam pengembangan kapasitas nelayan kecil, Pemerintah Kabupaten SBB melalui dinas perikanan melaksanakan kegiatan Bimtek Sertifikasi kecakapan nelayan atau yang lebih dikenal dengan SKN yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme nelayan.

Pj Bupati juga memberikan contoh kecil untuk para peserta Bimtek, misalnya ,biar pintar bawa motor ,tapi kalau kita tidak punya SIM tetap bayar denda, nah kalau bapa-bapa yang bawa bodi kalau tidak punya SIM ini, tetap buat pelanggaran, cetus Ely.

Baca Juga  Demi Menyukseskan Tiga Agenda Pemilu 2024,Sie Humas Polres SBB Gelar Pelatihan

Oleh karena itu Pemerintah hadir terutama pemerintah Kabupaten SBB bekerjasama dengan BP3 Ambon kementerian kelautan dan perikan untuk sama-sama kita memfasilitasi, para peserta Bimtek terutama nelayan untuk bisa menjadi lebih baik dan memenuhi standard.

Lebih lanjut Pj Bupati juga mengatakan,standar itu banyak, jadi harus memenuhi standard dalam membawa kapal dan bagaimana mengatur kecepatannya,imbuhnya.

Saya berikan apresiasi pengahargaan yang setinggi-tingginya Kepada Penelitian dan Perikanan khususnya BP3 Ambon dan dinas Perikanan, mari kita terus berkolaborasi untuk sama-sama kita membangun SDM Perikanan kita, agar mereka cakap dan mampu untuk melakukan meperdayakan dan mengambil sumber daya Perikanan kita yang begitu luar biasa, ajak Ely.

Kalau kita mempunyai sumber daya ikan banyak, tapi kalau bapa-bapa kompeten, bapa-bapa belum bisa mampu mengambilnya nanti begitu orang lain datang bapa-bapa cemburu, jadi jangan bosan-bosan konsentrasi pada kegiatan ini, tidak harus tanya, agar bisa mengerti.

Pj Bupati juga berharap, para narasumber untuk bisa kita berdiskusi banyak dengan bapa-bapa nelayan yang hadir sebagai peserta Bimtek, agar kita sama-sama dapatkan nelayan yang trampil ,nelayan yang begitu kompeten.

Kabuapten SBB cukup besar, tingkatan pemanfaatan potensi Perikanan di kabupaten SBB masih kecil karena rentangnya SDM nelayan serta terbatasnya sarana penangkapan.’Tahun ini kita ada sarana dan juga tahun depan,”nah kita lakukan pembenahan. Dengan demikian arah kebijakan kapasitas usaha Perikanan tangkap skala kecil di kabupaten SBB , lebih diutamakan pada pengembangan sumber daya manusia dan kita utamakan juga penyediaan sarana dan prasarana baik sarana tangkap maupun sarana alat tangkap, urai Pj Bupati.

Ia juga berharap, agar Kabupaten SBB , semua daerah atau desa-desa atau kantong-kantong terbanyak nelayan, bisa memberikan kontribusi terbesar dalam peningkatan kualitas nelayan .

Melalui bimtek ini para nelayan di kabupaten SBB, terlebih khusus di kecamatan Taniwel mendapatkan pengetahuan dasar tentang operasi penangkapan ikan .

Di akhir sambutannya, Pj Bupati juga ingatkan para peserta Bimtek agar perhatikan dengan baik, supaya menjadi Nelayan yang mempunyai Skil yang luar biasa,”pintanya.

Share :

Baca Juga

Berita

Pemda Maluku Tengah Klarifikasi Kinerja Pelayanan Publik Rendah

Berita

Walikota Ambon dan Gubernur Maluku Tinjau Pembangunan Rumah Warga Korban Konflik

Berita

Babinsa Koramil 1513-01/Piru Laksanakan Komsos dengan Warga Dusun Pelita Jaya

Berita

Fauzan Rahawarin: Aspirasi Masyarakat Malra Jadi Prioritas

Berita

Banjir di Maluku Tengah: Anggota DPRD Promal Minta Solusi Konkrit

Berita

DPRD Promal Gelar Rapat Penting Bahas Status Tanah dan P3K Paruh Waktu

Berita

Wakil Wali Kota Ambon Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Negeri Ema

Berita

Pemkot Siapkan Strategi Atasi Inflasi 2025