Home / Berita

Rabu, 12 Juli 2023 - 09:11 WIB

Filosofis Orlapey Adalah Tarian Pergaulan,Sebagai Wujud Keterbukaan Menyambut Tamu

GlobalMaluku.ID,JAKARTA-Secara filosofis Orlapey adalah tarian pergaulan, sebagai wujud keterbukaan menyambut tamu atau siapa saja yang datang, hal tersebut disampaikan Syaiful Indra Patta, Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku sebagai perwakilan Provinsi Maluku di salah satu stasiun TV Nasional pada program khusus “Bunga Khatulistiwa” dengan tema “Pengaruh Budaya Asing Dalam Kesenian Indonesia”, Jumat (7/7) di Jakarta.

Patta menjelaskan bahwa akulturasi budaya Portugis dalam kesenian di Ambon dan Maluku pada umumnya, terutama dalam tarian kesenian Orlapey dipentaskan dalam menyambut tamu kehormatan. “Menurut literatur, tarian ini dilakukan dalan menyambut pembesar Portugis yang datang ke Ambon”, ungkapnya.

Baca Juga  Hadiri Natal PERUMDAM ,Ini Harapan Pj Walikota Ambon

Konon Orlapey dipopulerkan oleh tentara-tentara Portugis dalam pesta-pesta rakyat, sehingga disaksikan warga Ambon. Kemudian dikembangkan secara turun-temurun dalam tradisi seni tari di Maluku.

Secara filosofis Orlapey adalah tarian pergaualan, sebagai wujud keterbukaan menyambut tamu atau siapa saja yang datang. Orlapey biasanya ditarikan berpasangan perempuan dan laki-laki, sehingga memiliki angka genap, lazimnya 8 penari. Gerakan khas tarian Orlapey adalah formasi kaki menyilang, yang dipentaskan secara berpasangan.

Selain Orlapey, ada juga tarian Katrejie, yang juga merupakan akulturasi budaya asing. Kedua tarian ini masih tetap lestari dalam tradisi kesenian masyarakat Maluku.

Baca Juga  Pelindo Tanam 2.500 Pohon di Tawiri, Tegaskan Komitmen Hijau untuk Maluku Berkelanjutan

Patta berharap, kepada seluruh masyarakat Maluku untuk selalu memiliki rasa bangga dan perlu terus kita lestarikan seni dan budaya orang Maluku melalui berbagai event baik lokal, nasional maupun internasional sehingga dapat menarik semakin banyak orang datang ke Ambon dan Maluku, agar bisa menyaksikan panorama alam dan pertunjukan seninya di Maluku.

Patta menyampaikan apreseasi yang tinggi dari Gubernur Maluku, Bapak Murad Ismail kepada salah satu stasiun TV Nasional yang telah memberikan kesempatan kesenian Maluku dipentaskan dan dibahas dalam program “Bunga Khatulistiwa”, sehingga lebih memperkenalkan lagi budaya Maluku kepada khalayak, tutupnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Antisipasi Dampak Kekeringan, BPBD Maluku Salurkan 15.500 Liter Air Bersih untuk Warga Ambon

Berita

Seminar Internasional : Kedaulatan Negara Versus Hak Masyarakat Hukum Adat Atas Penguasaan Wilayah Hutan Adat

Berita

Unpatti Tekankan Peran Lulusan Dokter dalam Memenuhi Kebutuhan Kesehatan di Maluku

Berita

Kuliah Tamu Menjaga Kapal Tetap Laik Laut di Era Pelayaran Hijau

Berita

Lewerissa Usulkan Hilirisasi Sagu SBT Masuk PSN 2027, Maluku Bidik Industri Pangan Bernilai Tinggi

Berita

PA’KOP BACARITA, Inovasi Digital Pemkot Ambon untuk Deteksi Dini Risiko dan Benahi Tata Kelola Koperasi

Berita

Wali Kota Bodewin Dukung Inovasi BAKU DAPA dan SIRIP IKAN, TPI Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan

Berita

Perkuat Jejaring Akademik Global, Magister Hukum Unpatti Gandeng Universitas Debrecen Hungaria