Home / Berita

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:53 WIB

HAN ke-42, Pemprov Maluku Perkuat Gerakan Ruang Aman bagi Anak, Kekerasan dan Perundungan Jadi Ancaman Serius

AMBON, GLOBALMALUKU.ID | Perlindungan anak tidak cukup hanya menjadi slogan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN). Diperlukan keterlibatan nyata keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, serta memperoleh haknya secara utuh.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Maluku di Lapangan Mandala Remaja, Ambon, Kamis (23/7/2026).

Mewakili Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Maluku, Faradilla Attamimi, membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri.

Peringatan HAN tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, dengan tagline “Sayang Anak Sayang Indonesia”. Tema tersebut menegaskan bahwa anak bukan sekadar penerima perlindungan, melainkan individu yang memiliki hak untuk didengar, dihargai, dan dilibatkan sesuai usia serta tingkat kematangannya.

GERAKAN RANA JADI SALAH SATU LANGKAH PERLINDUNGAN

Dalam sambutan Menteri PPPA yang dibacakan Faradilla, disoroti berbagai tantangan yang masih mengancam tumbuh kembang anak, mulai dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perundungan, perkawinan anak, hingga kejahatan di ruang digital.

Menghadapi persoalan tersebut, Kementerian PPPA memperkuat Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GERNAS RANA) dan Kampanye Bersama Lindungi Anak (BERLIAN).

Baca Juga  PEMPROV MALUKU BERTEMU KKP, DESAK TATA KELOLA PERIKANAN TANGKAP DIEVALUASI KEMBALI

GERNAS RANA merupakan gerakan kolaboratif yang mengintegrasikan pencegahan kekerasan terhadap anak, pemenuhan hak anak, penguatan keluarga, keamanan ruang digital, serta respons cepat terhadap kasus kekerasan.

Sementara itu, Kampanye BERLIAN mengajak berbagai unsur masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Dukungan Pemerintah Provinsi Maluku terhadap gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga tertentu.

ANAK HARUS BERANI BERSUARA

Dalam sambutan tersebut, anak-anak Indonesia juga didorong untuk berani menyampaikan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan. Mereka diimbau melapor kepada orang dewasa yang dipercaya atau menghubungi layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129.

Pesan ini penting agar anak memahami bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan tidak perlu menghadapi kekerasan seorang diri.

Selain perlindungan, Kementerian PPPA turut mendorong penanaman tujuh nilai dasar bagi anak Indonesia, yakni berakhlak mulia, cerdas, berani, peduli, bahagia, aman, dan bertanggung jawab.

Baca Juga  BRI Branch Office Masohi Turut Partisipasi Dalam rangkaian kegiatan jelang HUT Bhayangkara ke-77

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran terhadap hak serta tanggung jawabnya.

INVESTASI ANAK UNTUK MASA DEPAN MALUKU

Pemerintah menegaskan bahwa investasi terbaik bagi bangsa bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagai bagian penting dari pembangunan manusia.

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan aman, memperoleh pendidikan, serta mendapatkan dukungan keluarga dan masyarakat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang secara optimal.

Karena itu, peringatan HAN ke-42 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum memperkuat langkah konkret dalam mencegah kekerasan, membangun ruang digital yang aman, dan menghadirkan lingkungan yang ramah anak di seluruh wilayah Maluku.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Ketua TP PKK Provinsi Maluku beserta tim ahli, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, Ketua TP PKK Kota Ambon, perwakilan UNICEF, pimpinan perangkat daerah terkait, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Melalui kolaborasi lintas sektor, perlindungan anak diharapkan menjadi komitmen berkelanjutan demi menyiapkan generasi berkualitas dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Share :

Baca Juga

Berita

Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu per Kg, Pemprov Maluku Jual Rp40 Ribu Lewat Pangan Murah

Berita

Maluku dan Ambon Raih TPAKD Terbaik Regional, Lewerissa Apresiasi Kinerja dan Sinergi dengan OJK

Berita

Pemkot Ambon Perkuat Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI, Aiko Health Disosialisasikan di 22 Puskesmas

Berita

Bupati Maluku Tengah dan Kemenkum Maluku Perkuat Perlindungan Produk Unggulan melalui Indikasi Geografis

Berita

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga

Berita

Kebakaran di Ambon Tembus 157 Kejadian, Nusaniwe Catat Lonjakan Tertinggi

Berita

Rektor Unpatti dan Kapolda Maluku Perkuat Sinergi Keamanan Kampus dan Riset Ilmiah

Berita

Kapolres Malteng Kunker ke Polsek Amahai dan Masohi, Tekankan Disiplin Personel hingga Antisipasi Konflik Sosial