MASOHI, Global Maluku.ID | Dewan Pimpinan Cabang Federasi Niaga, Keuangan, Perbankan, Industri Umum (DPC-FSB.NIKEUBA) Kabupaten Maluku Tengah berencana menggelar aksi demonstrasi. Sedikitnya, 1000 buruh akan dilibatkan dalam aksi protes terhadap keputusan pemerintah menaikan harga BBM.
“Kita akan menggelar aksi turun jalan sebagai bentuk protes terhadap keputusan pemerintah menaikan harga BBM. 1000 Buruh yang ada di wilayah maluku tengah akan kita libatkan,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Cabang Federasi Niaga, Keuangan, Perbankan, Industri Umum (DPC-FSB.NIKEUBA) Kabupaten Maluku Tengah, Jossy Tuhuleruw, SH, Selasa (6/9).
Menurutnya, seluruh sektor ekonomi kena imbas melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlaku sejak Senin (05/09) itu. Dan kondisi ini akan membawa dampak langsung pada buruh/pekerja di semua sektor usaha.
Dikatakan, keputusan pemerintah menaikan harga BBM menunjukan ketidakpekaan terhadap kondisi masyarakat saat ini. Belum pulihnya kondisi ekonomi masyarakat pasca pandemi, kemudian ditimpali dengan kenaikan harga BBM secara otomatis berdampak pada sektor usaha. Dan, buruh sangat terimbas.
“Buruh terancam di rumahkan atau bahkan di PHK.Keputusan menaikan harga BBM adalah keputusan yang menyengsarakan buruh,” tukasnya.
Terkait rencana aksi, Tuhuleruw katakan telah mengonsolidasikan niat ini dengan seluruh jajaran buruh di wilayah Maluku Tengah. Dengan harapan bahwa seluruh buruh di maluku tengah ikut ambil bagian dalam aksi yang rencananya akan dilangsungkan pekan ini.

























