Home / Berita

Kamis, 15 September 2022 - 00:14 WIB

Kembali Ke Maluku, Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Waer Fair Kota Tual dan Serahkan Bansos BBM

LANGGUR,Global Maluku.ID | Setelah melakukan kunjungan kerjanya di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) pada 1 September lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Iriana Jokowi kembali melakukan kunjungan kerjadi Povinsi Maluku untuk meresmikan Jembatan Waer Fair di Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual, Maluku Tenggara, Rabu (14/9/2022).

Jembatan gantung Wear Fair merupakan jembatan penghubung antara Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.Jembatan dengan panjang 120 meter ini berada di atas Selat Batu Jatuh itu. Proyek yang dikerjakan CV. Keramik Jaya, dengan Konsultan Pengawas PT. Yodya Karya, bersumber dari alokasi APBN tahun 2019 sekitar Rp6.2 miliar.

Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Presiden didampingi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Maluku Murad Ismail, Forkopimda Maluku, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, Wakil Bupati Maluku Tenggara Petrus Beruatwarin, dan Wali Kota Tual Adam Rahayaan.

Usai meresmikan jembatan, Presiden menegaskan, pembangunan infrastruktur berupa jembatan penting untuk mempercepat mobilitas orang dan barang.

“Jembatan Wear Fair ini penting sekali dalam rangka mobilitas orang maupun mobilitas barang,” ujar kepala negara.
Peresmian jembatan yang dilakukan saat ini, jelas Presiden, merupakan wujud komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur secara merata hingga ke seluruh pelosok Tanah Air. Bahkan, dalam satu tahun pemerintah membangun sekitar 200 jembatan serupa sebagai akses konektivitas warga antar kecamatan/desa maupun pulau.

Baca Juga  Far Far'Permasalahan Eks Hotel Anggrek Menjadi Sorotan

“Yang kita bangun bukan hanya jalan tol yang gede-gede atau pelabuhan dan airport, tetapi juga pembangunan jembatan antar desa dan pulau. Setahun, kita bangun kurang lebih 200-an jembatan gantung antar desa, kecamatan dan pulau yang kecil-kecil,” tutur Presiden.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PUPR, Yudha Handita Pandjiriawan, dalam keterangan terpisah menjelaskan, Jembatan Gantung Wear Fair memiliki panjang 120 meter dengan lebar 1,8 meter. Jenis jembatan gantung dipilih karena proses pembangunan yang cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

“Satu, pelaksanaan cepat, karena ini dulu sudah ada jembatan, dan ini dibongkar dengan segera supaya lebih manfaat dan masyarakat yang di seberang pulau masih belum banyak memerlukan kendaraan yang besar sehingga masih cukup difasilitasi kendaraan roda dua dan penyebrangan,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Jon Sudiman Damanik berharap, masyarakat dapat menjaga dan memelihara dengan baik Jembatan Gantung Wear Fair ini sebagai salah satu aset negara yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat dapat menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Karena ini aset kita bersama, jadi ini harus kita jaga, masyarakat harus jaga, supaya dapat termanfaatkan dengan baik,” harap Jon.

Baca Juga  Sekda Buka Kejuaraan IBCA MMA Pala Gubernur Maluku CUP I TAHUN 2023

Usai meresmikan jembatan Fair di Kota Tual, Presiden kemudian menuju Kantor Pos Tual, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku
Tenggara. Disini, Presiden menyerahkaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM), Bantuan Sosial Sembako dan Bantuan Tunai Langsung (BTL) kepada peserta Program Keluarga Harapan.
Selain itu, Presiden Jokowi juga menyaksikan penyerahan 40 unit sepeda motor kepada Kodim 1503 oleh Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto.

Agenda kegiatan selanjutnya, menuju Pasar Tual, Kecamatan Pulau
Dullah Selatan, Kota Tual. Disini, Presiden juga menyerahkan Bantuan Tunai Langsung (BTL) kepada para pedagang pasar dan Bantuan Modal Kerja (BMK) kepada para pedagang Kaki Lima.

Dilanjutkan pada pukul 17.20 WIT, Presiden menuju LPT. Samudera Indo
Sejahtera (SIS), Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual. Disini, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan Display Pasar dan Peninjauan Alur Proses Pendaratan Ikan kepada Presiden, sedangkan peninjauan Unit Pengolahan Ikan dipandu Komisaris PT. SIS, Arif Wijaya. Rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog antara Presiden dengan para nelayan dan Pembudidaya Rumput Laut dan
para karyawan PT. SIS.

Share :

Baca Juga

Berita

SK Kenaikan Pangkat Diduga Bodong, Pemprov Maluku Siapkan Langkah Hukum!

Berita

Buka Mubes IV Latupati Maluku, Lewerissa Tekankan Kerukunan Adat dan Penyelesaian Konflik Petuanan

Berita

Buka ICAST 2026, Lewerissa Dorong Sains dan Teknologi Jadi Penggerak Pembangunan Maluku

Berita

Wali Kota Ambon Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan SK Bodong Kenaikan Pangkat ASN

Berita

Bodewin Wattimena: Pembangunan Ambon Tak Cukup dengan Teknologi Canggih, Manfaatnya Harus Dirasakan Semua Warga

Berita

DPRD Maluku Soroti Keberlanjutan Irpom, 324 Unit Efektif dan Dua Lokasi Terkendala

Berita

Unpatti Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Sosial bagi Penerima Beasiswa Cahaya Pintar YBM PLN

Berita

Unpatti Kirim 17 Mahasiswa Hukum ke Bali, Siap Pertahankan Prestasi Emas di Kompetisi Peradilan Semu