Home / Uncategorized

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:40 WIB

Mainoro, Nyanyian Adat Suku UPA,A yang Terancam Punah

Di balik hiruk pikuk modernitas, ada sebuah nyanyian adat yang terancam punah. Mainoro, tradisi lisan Suku UPA,A atau KOA, semakin jarang terdengar. Padahal, nyanyian ini memiliki makna sosial budaya yang sangat penting sebagai media komunikasi antar sesama warga dan antarkampung.

Larut malam, ketika alam mulai tenang, suara Mainoro biasanya terdengar syahdu dan lembut. Tanpa iringan alat musik, nyanyian ini menyatu dengan hembusan angin alam, menghadirkan suasana melankolis yang mendalam. Mainoro bukan hanya sekedar nyanyian, tapi juga ungkapan perasaan cinta dan relasi harmonis antara manusia dan alam.

Baca Juga  PERMANUSSA Desak Inspektorat SBB Periksa Proyek Jalan Lingkar Manipa

Pamong Budaya Kantor Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX, Santy Nurlette dalam catatannya menemukan bahwa seiring dengan perubahan zaman, Mainoro kini semakin jarang dilantunkan.

“Minimnya pewarisan kepada generasi muda membuat tradisi ini terancam punah. Pemerintah dan masyarakat adat harus bersinergi untuk melestarikan Mainoro sebagai warisan budaya yang berharga,”ungkapnya.

Baca Juga  Ucapan Natal dan Tahun Baru Fakultas Kedokteran Unipatty

“Pelestarian Mainoro bukan semata upaya menjaga sebuah nyanyian adat, melainkan juga menjaga identitas, memori kolektif, serta kearifan lokal masyarakat Suku UPA,A atau KOA,” kata salah satu tetua adat.

Mari kita bersama-sama melestarikan Mainoro, agar nyanyian adat ini tidak hilang ditelan zaman.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Unpatti Bekali 2.555 Mahasiswa KKN Angkatan LIII, Siap Turun ke Masyarakat

Uncategorized

Wakil Rektor Unpatti Hadiri Kick Off NZMATES Phase 2, Dorong Pengembangan Energi Terbarukan di Maluku

Uncategorized

DPRD Malteng Respons Positif Rencana Tambah Gaji PPPK Paruh Waktu, Soroti Upah THL Nakes

Uncategorized

Bupati SBB Perkuat Sinergi dengan Kemendagri, Penataan Batas Desa dan Tata Kelola Jadi Prioritas

Uncategorized

Pawai Obor dan Lampion, Ditetapkan Jadi Agenda Tahunan Sambut Tahun Baru Islam di Ambon

Uncategorized

Pamong Budaya: Mesak Wakim “Ayowane: Simbol Perahu dalam Tari Seka Masyarakat Masela”

Uncategorized

Maluku Catat 32 Warisan Budaya Takbenda, Belajar dari Kasus ‘Rasa Sayange’ yang Pernah Diklaim Malaysia

Uncategorized

LASQI Kota Ambon Juara Umum Pemilihan Duta Qasidah Provinsi Maluku 2025