Home / Berita

Minggu, 24 Maret 2024 - 09:28 WIB

Mangare Mengajak Masyarakat Tomalehu Timur Menjaga Toleransi Antar Umat Beragama

GlobalMaluku.ID,Ambon-Untuk memastikan pelaksanaan ibadah minggu, dan sidi baru bagi keluarga besar jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Imanuel Tomalehu Timur (Totim), Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), membuat personil Polsek Manipa, melaksanakan pengamanan disekitar lingkungan gereja tersebut.

Kapolsek Manipa, Ipda Edwin Richardo Mangare mengatakan, pengamanan yang dilakukan oleh pihaknya sebagai bentuk tanggungjawab dan kehadiran Polisi ditengah-tengah masyarakat.
“Pelaksanaan pengamanan disetiap rumah ibadah itu merupakan hal yang wajib dilaksanakan, sebagai bentuk tanggungjawab dan juga kehadiran Polisi kami kepada masyarakat,”kata dia, dihalaman gedung gereja tersebut, Minggu (24/3/2024).

Menurutnya, setiap warga negera termasuk diwilayah Kecamatan Manipa, harus menjalankan peribadatan baik dirumah maupun di rumah-rumah ibadah.

“Polisi hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Jadi setiap warga yang melaksanakan ibadah harus berjalanan dengan aman dan tertib. Apalagi itu sudah sesuai dengan program Presisi Bapak Kapolri dan program Basudara Manise, Bapak Kapolda Maluku,”tegasnya.

Baca Juga  Polda Maluku Kawal Ketat Logistik Kota Suara Pemilu 2024 yang Tiba di Ambon

Dikatakan, pelaksanaan peribadatan tersebut, termasuk dengan sidi baru bagi puluhan anak dilingkungan jemaat Tomalehu Timur.
“Untuk di jemaat ada sekitar 10 orang anak yang mengikuti sidi baru, sehingga pengamanan itu wajib kita laksanakan,”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mangare juga mengajak, warga jemaat Tomalehu Timur, untuk senangtiasa menjaga toleransi antar umat beragama diwilayah kecamatan Kepulauan Manipa. Hal itu penting kata dia, mengingat saat ini umat Islam juga tengah melaksanakan ibadah Puasa di bulan suci Ramadhan.
“Mari kita jaga dan tingkatkan toleransi antar kita sesama, sebab selain pelaksanaan sidi baru yang berlangsung ditengah-tengah basudara kita warga Muslim sementara melaksanakan Ibadah Puasa. Kita jadikan Manipa sebagai wilayah yang paling toleransi dalam bingkai hidup orang basudara,”pintahnya.

Baca Juga  Hadiri Nika Masal,Ini Harapan Pj Walikota Ambon Kepada 92 Pasutri

Sementara itu, ibadah yang dipimpin Pendeta J. R. Akollo dalam pembacaan Alkitab Lukas 14 : 25 – 35, dan refleksi/khotbah mengungkapkan, peneguhan anggota sidi gereja merupakan puncak Pendidikan Formal Gereja (PFG) di Gereja Protestan Maluku, dan menjadi bagian dari ritual pokok gereja, selain baptisan kudus dan sakramen perjamuan kudus. “Peneguhan sidi merupakan tanda kedewasaan iman, sebagai buah dari proses PFG yang ditempuh sejak anak berusia 0-15 tahun pada wadah sekolah minggu dan atau Tunas Pekabaran Injil dan dilanjutkan ke katekhisasi lanjutan,”paparnya.

Ditambahkan, wujud kedewasaan iman itu ditandai dengan pengakuan iman calon sidi gereja secara langsung di hadapan Tuhan dan jemaatnya di dalam ibadah kebaktian Jemaat.

“Peneguhan seguhan sidi merupakan suatu ibadah akta yang di dalamnya setiap calon sidi gereja mengaku iman secara pribadi, dan diteguhkan oleh pendeta,”singkatnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Pemkot Ambon dan Dubes Belanda Gelar Nobar Meriah, Ribuan Fans Oranje Padati Lapangan Merdeka

Berita

Maluku Tenggara Genjot Peningkatan SDM, ASN Didorong Tempuh Pendidikan Pascasarjana

Berita

SMSI Bidik HPN 2026, Firdaus Minta Dewan Pers Terapkan Prinsip Keadilan bagi Seluruh Konstituen

Berita

Ambon Bersiap Jadi Lautan Oranye, Dubes Belanda Hadir Nobar Piala Dunia Bersama Warga di Lapangan Merdeka

Berita

Sekolah Laboratorium Unpatti Genap 5 Tahun, Rektor Dorong Lahirnya Generasi Kreatif dan Berdaya Saing Global

Berita

Kejari Malteng Cetak Sejarah, Plea Bargain Pertama di Maluku Disetujui Kejaksaan Agung

Berita

Ambon Perkuat Transisi Energi Berkeadilan, Kolaborasi Internasional Bidik Solusi Sampah dari Akar Masalah

Berita

Mahasiswa Maluku Turun ke Jalan, Ancam Gelombang Perlawanan Besar Jika Ketimpangan Pendidikan Terus Diabaikan