GlobalMaluku.ID,Piru-Ada saja kelakuan buruk ketua TP-PKK , Ny Norma Riana, istri Brigjen TNI Andi Candra as’adudin Pj Bupati kabupaten Seram Bagian Barat(SBB)Provinsi Maluku.
Satu demi satu, kelakuan Norma Riana, kini mulai di bukakan oleh orang- orang yang selama ini dekat dengannya, kelakuan istri Pj Bupati ini, sejak awal di beritakan tentang utang makan minum tamu di kios pedagang, ada juga berita tentang, uang makan minum tamu yang sudah di kelola oleh Norma sendiri, sekarang muncul lagi info baru kalau ternyata, juru masak di dapur telah di pecat, namun tidak di bayar gajinya.
Miris,rata-rata yang menjadi korban Norma Riana, adalah Rakyat kecil, mulai dari ibu Yeni pedagang pasar, dan sekarang ibu Suratmi juru masak, yang akrab di panggil budeh.
“Budeh tersebut di berhentikan dengan modus di tuduh mengambil perhiasan milik, Ny.Norma Riana.
Kepada media ini Budeh mengakui”Awalnya saya tidak tahu, tiba-tiba saya telah di berhentikan, akhirnya saya pulang dan tidak bekerja lagi di situ, ucap budeh kepada media ini ,Sabtu (25/11/2023)kemarin di rumahnya.
Dirinya mengatakan, “saya bekerja sebagai juru masak di pendopo selama 10 bulan , tetapi saya tidak pernah lihat ada tamu yang datang makan di situ, ucap budeh lagi.
Kata dia , Memang pernah ada tamu, tetapi cuma ibu-ibu PKK saja, itu pun, saya di suruh oleh istri Pj Bupati buatkan minum saja, selain itu juga yang sering datang itu,Sahban Patti bersama istrinya Maya dan saat itu saya di suruh buatkan minum saja buat mereka berdua, akui budeh.
Jadi waktu itu saya di berhentikan, saya belum di bayar gaji selama tiga bulan dan gaji saya perbulan di bayar sebesar Rp. 3.000 000, (tiga jutah rupiah), jadi kalau tiga bulan berarti total Rp.9 000 000, (sembilan jutah,)”Waktu saya di rumah saya sedang berpikir apa masalahnya, sehingga saya di berhentikan,ungkap budeh.
Budeh mengatakan “tiba -tiba, pak Sahban dan ibu Maya datang, mereka bertanya sama saya,”Budeh, siapa yang ambil perhiasannya Ibu Bupati,? jelas budeh, ikuti perkataan Sahban sama istrinya, lanjut budeh, saya tidak tahu, memangnya ibu Taru di mana,? tanya budeh balik sama keduanya.
“Ibu taru perhiasan di kamar, jelas Sahban lagi”.kalau itu saya tidak tahu, karena selama saya kerja di situ, saya tidak pernah masuk ke kamar ibu sama bapak, jelas budeh. coba cek saja cctv yang ada di pendopo, suruh budeh kepada Sahban dan istrinya.
Dari situlah saya langsung bertanya, oh jangan sampai ini masalahnya, sehingga saya di berhentikan,?tanya budeh lagi, akhirnya mereka mengaku kepada saya, ia budeh itu masalahnya, jelas budeh membeberkan pengakuan keduanya.
Saya bukan orang pencuri pak, saya memang orang kurang, tetapi saya tidak mungkin mengambil barang yang bukan milik saya, kata budeh, saat itu.
Budeh yang di hubungi media ini, Sabtu(25/11/2023) kemarin, mereka belum membayar gaji saya pak wartawan, memang waktu pak wartawan buat berita pertama, Andi Nur Akbar datang ketemu saya, tetapi dia cuma berjanji kepada saya, kalau tunggu dia sampai dengan bulan Desember, ucap budeh.
Saya bingung, apa hubungan Akbar sama gaji saya, Akbar”kan bukan pegawai kantoran di kantor Bupati, kok “saat berita pertama naik, dia yang kepanasan, ucap budeh bimbang.
“jadi saya cuma minta kepada Pj Bupati sama ibu, tolong bayar gaji saya, karena itu adalah kebutuhan buat bayar biaya sekolah anak saya, pinta Budeh .

























