Home / Berita

Rabu, 9 Februari 2022 - 05:16 WIB

Pemerintah Kota Ambon Serius Menangani Maslah Covid-19 Yang Semakin Meningkat

Ambon,GLOBALMALUKU.ID | Pemerintah Kota Ambon serius menangani masalah covid-19 yang semakin meningkat di Kota Ambon.

Penanganan yang gencar dilakukan melalui Dinas Kesehatan Kota Ambon adalah melakukan tracking, tracing dan testing (3T).

“Data tracking mulai tanggal 23 Januari 2022, rata-rata per hari kami tracking diatas 1000an. Tanggal 5 Februari kita bahkan tracking 2404. Keseluruhan yang sudah di tracking dari tanggal 23 Januari hingga tanggal Februari sudah 23ribu orang. Dan hasilnya itu 815 yang terkonfirmasi,”jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy, kepada wartawan usai rapat koordinasi penanganan covid-19 dengan Pemerintah Provinsi dan Forkopimda Provinsi dan Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, Selasa (08/02/2022), di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku.

Pelupessy ungkapkan, instruksi WHO harus melakukan tracking 1 per 1000, dikali dengan jumlah penduduk. Dengan demikian kota Ambon harusnya tracking 398 orang, tetapi saat ini sudah melampaui target WHO karena sudah tracking diatas seribuan per hari.

Baca Juga  Pemkot Kembali Gelar GPM Yang Ketujuh Kalinya

” Lebih baik kita tracking. Presiden selalu bilang testing sebanyak mungkin. Jadi sebanyak mungkin orang yang kita curigai, kita testing. Kemudian dari kasus-kasus yang terkonfirmasi, kita juga lakukan tracking dan testing. Jadi misalnya sebanyak mungkin orang kita testing, tapi hasilnya presentasi kecil, itu berarti penularan semakin turun. Tapi kalau misalnya kita tidak pernah testing tapi kita bilang kasusnya kecil, belum tentu. Takutnya ketika satu waktu kita tidak testing, kasusnya meledak,”tandasnya.

Menurut Kadis, jika dari hasil tracking dan testing itu kasus banyak, kemudian tidak bergejala. itu akan mengurangi beban rumah sakit, karena bisa isoman atau isolasi terpusat. Tetapi ketika tidak testing kemudian 1 kali dapat kasus, kemudian dia parah, beban rumah sakit sangat besar. Apalagi ketika meledak, mampu atau tidak rumah sakit. Selain itu tenaga medis akan kewalahan.

Baca Juga  Pj Walikota Ambon, Kalau Pemilih Tidak Mencapai 90℅ Itu Berarti Lurah, Kades Raja Tidak Bekerja

“Jadi kita berprinsip tidak pusing ada zona apa. Zona mau turun atau apa, yang penting kita tracing sebanyak mungkin. Kita pengalaman zona merah beberapa kali, tapi kita bisa lewati itu dan bahkan sempat masuk zona hijau. Dan ini fenomena dunia dan nasional bukan hanya Kota Ambon,”ujarnya mengingatkan.

Kadis mengatakan, yang penting adalah mengambil langkah-langkah dan antisipasi. Harus waspada tetapi tidak boleh panik.
Dirinya bersyukur karena capaian vaksinasi Kota Ambon cukup tinggi hingga 96 persen, sesuai dengan arahan presiden yaitu vaksinasi dan tetap mempertahankan protokol kesehatan.
“Karena memang pada kenyataannya dengan capaian vaksinasi tinggi, sebagian besar yang terkonfirmasi itu tanpa gejala,”ungkapnya.

Untuk kasus terkonfirmasi di Kota Ambon, Kadis mengakui yang tertinggi di Kelurahan Batu Merah, yaitu 103 kasus.
(ab)

Share :

Baca Juga

Berita

Wali Kota Ambon: Guru Harus Melek Teknologi Agar Generasi Muda Tak Kehilangan Karakter

Berita

DPRD Ambon Tindaklanjuti Opini WTP, Laporan Keuangan BPK Diserahkan ke Komisi-Komisi

Berita

Unpatti Gandeng Dunia Industri, Mahasiswa Dibekali Strategi Tembus Pasar Kerja Profesional

Berita

Wali Kota Ambon Tegas Tolak Praktik Titipan Siswa, PPDB 2026/2027 Dijamin Bersih

Berita

Lansia Ambon Tetap Produktif, Wali Kota Dorong Kemandirian Ekonomi di Hari Lansia Nasional

Berita

Komisi I DPRD Ambon Bahas Percepatan Pemilihan Raja dan Kepala Pemerintahan Negeri Definitif

Berita

Tiga Kandidat Sekkot Ambon Masuk Tahap Akhir, Wali Kota Siapkan Wawancara Terbuka

Berita

DPRD Soroti Hak Konsumen Perumahan Bukit Hijau Urimessing, Sertifikat Tanah Belum Diserahkan