GlobalMaluku.ID,Seram-Lokki adalah sebuah negeri di jasirah Huamual depan kabupaten Seram Bagian Barat(SBB),Provinsi Maluku.
“Negeri lokki merupakan salah satu negeri tua yang terdapat di Kabupaten SBB
Nama negeri Lokki diambil dari kata Lo’i yang artinya berkumpul, nama Lokki juga diambil dari nama logi (benteng) yang artinya kumpulan orang-orang yang berada dalam benteng Hena lo’i Hena latu Huamual (pusat pemerintahan kerajaan Huamual), sehingga orang-orang Belanda menyebut orang-orang Lokki sebagai Yana lo’i (terdapat perubahan pengucapan karena pengaruh dialek kedaerahan).
Keberadaan Negeri Lokki adalah sudah ada sebelum peperangan Huamual/Hogi tochten. Negeri Lokki di pimpin oleh seorang raja, yang bergelar “Upu latu Lo’i upu latu Huamuale”.
Sejarah negeri Lokki banyak didokumentasikan pada saat peperangan Huamual (anvaal op loky 1652), sehingga dalam penjabaran sejarah tidak terjadi kesimpangsiuran sejarah.
Bukti-bukti dan dokumen-dokumen tua, seperti peta penyerangan kerajaan Huamual tahun 1652 (anvaal op laala), (anvaal op loky) Register Babtisan tahun 1601 dan lainnya, masih ada dan terseimpan dengan rapi di berkas pemerintahan Negeri Lokki. Bukti2 prasasti lainnya yang sangat penting adalah situs peninggalan kerajaan Huamual Benteng kerajaan Huamual Hena lo’i. Dan benteng Henalatu Huamual, tempat tinggal Gimelaha Majira, masih dapat kita lihat bekas kemegahannya, walaupun sudah dimakan.
Selain itu juga Negeri Lokki mempunyai beberapa tradisi, yaitu di antaranya, Makan Patita, cuci negeri, sasi laut dan darat,Masohi(gotong royong).
Hal ini di katakan salah satu anak cucu Negeri Lokki, Amel Breemer, bahwa Lokki adalah Negeri yang mempunyai banyak keberagaman dan muatan lokal yang memadai serta banyak situs-situs sejarah sebagai aset untuk daerah sehingga perlu di lestarikan.
Seperti yang kita kenal dengan makan Patita. Makan Patita merupakan budaya orang Maluku, dan ini terlihat pada negeri Lokki(Henaloi) . Makan Patita ini untuk mengajak warga masyarkat dalam jumlah yang banyak untuk ikut menikmati hidangan makanan atau ragam makanan tradisional yang tersaji pada meja panjang yang beralaskan daun kelapa dan daun pisang sepanjang dalam negeri, ujar Amael ,Rabu(3/1/2024).
Lanjutnya, ada sejumlah makanan tradisional yang di sajikan, berupa, Peperangan bungkus, umbi-umbian, pisang rebus, serta ketupat. Bahan pangan lokal itu disandingkan dengan menu ikan laut segar yang di bakar dan di makan dengan sambal dan colo-colo yang merupakan sambal khas Maluku.
Kata Amel , sebelum melakukan makan Patita, seluruh warga masyarakat negeri melakukan kegiatan Badendang().semua orang berkumpul baik itu orang tua, muda mudi serta anak-anak semuanya melakukan Badendang kerumah masing -masing masyarakat negeri Lokki, dan yang paling uniknya dari keluarga -ke keluarga memeberikan sedikit anggaran atau dana untuk melakukan Tradisi makan Patita.
Untuk di ketahui tradisi makan Patita ini selain untuk merayakan Tahun Baru tetapi juga melestarikan Tradisi tersebut dan juga sebagai hubungan antara warga semakin rukun dan damai,serta persaudaraan semakin erat , ungkapnya.

































