Home / Berita

Kamis, 24 Oktober 2024 - 23:09 WIB

SoG Jadi Pembahasan Penting di DGF 2024,Berikut Ini Penjelasan Direktur AMO

GlobalMaluku.ID,Ambon-Direktur Ambon Music Office (AMO), Rony Loppies, mebeberkan value yang dimiliki oleh program inovatif Sound of Green (SoG), menjadi pembahasan dan tema penting dalam event Daegu Global Forum (DGF) Tahun 2024.

“Forum Internasional ini bermaksud menciptakan berbagai peluang dan Kerjasama antar jejaring kota-kota kreatif UNESCO terutama kota music,” ungkap Loppies yang telah ketiga kalinya diundang sebagai pembicara dalam forum tersebut.

Kepada Tim Media Center, Rabu (23/10/24) di Ambon, dirinya menjelaskan bahwasannya, DGF 2024 ini membahas tiga tema penting mengenai peran music dalam pembangunan perkotaan yang berkelanjutan berbasis budaya dan kreativitas. Diantaranya; regenerasi Budaya dan Ekonomi, Musik berperan sebagai katalis bagi Kawasan pembangunan perkotaan, melestarikan warisan budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kota memanfaatkan musik guna meningkatkan perekonomian local dan meningkatkan kualitas hidup.

Baca Juga  Kapolsek Ajak Masyarakat Tingkatkan Toleransi Dan Menciptkan Situasi Kamtibmas Yang Aman Dan Kondisif

Berikutnya, pertukaran dan kerja sama internasional dimana Kota-kota kreatif sedang membangun jejaring melkalui kolaborasi secara intenasional, mengatasi tantangan global dan menciptakan peluang baru dalam jejaring kota kreatif UNESCO (UCCN).
Terakhir, keberlanjutan dan inklusi sosial. Banyak kota yang menggunakan music sebagai instrument pembangunan berkelanjutan dan inklusi sosial, mengatasi isu-isu seperti perubahan iklim kesenjangan.

Program inovasi seperti SoG yang dikembangkan AMO adalah contoh diamana music dipakai membina komunitas dan menciptakan perubahan positif di perkotaan.
“Global Daegu Forum 2024 secara efektif menyoroti transformatif potensi musik dalam pengembangan perkotaan dan pertukaran budaya dan kreativitas. Berbagai kerjasama melalui musik inilah yang sebenarnya mendorong kota-kota kreatif UNESCO untuk bergerak maju,” pungkasnya.

Baca Juga  Ina Latu Maluku,:Mereka Yang Pantas Duduk Di Senayan Adalah Orang Yang Mampu Lakukan Perubahan Untuk Masyarakat Maluku

Untuk diketahui, kegiatan ini berlangsung di Daegu, Korea Selatan, 10-11 Oktober lalu, dengan menghadirkan para focal point dari kota-kota kreatif dunia UNESCO dan Hongkong. Termasuk didalamnya para musisi, pelaku-pelaku budaya dan pemerintah kota.
Sebagai pembicara kunci pada forum ini masing-masing: Michael Kim (London, Kanada), Ronny Loppies (Ambon, Indonesia), Mattias Rauch (Mannheim, Jerman), Bukeke Blakemore (Kansas City, USA) dan Paulo Longo (Idanha-a-Nova).

Share :

Baca Juga

Berita

Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan, Unpatti dan PT Hatfield Indonesia Bahas Pembentukan Center of Excellence Maluku

Berita

Dirjen Gakkum ESDM RI Sambangi Unpatti, Soroti Penegakan Hukum Tambang dan Masa Depan Gunung Botak

Berita

DPRD Maluku Soroti Kisruh SPMB, Minta Pemerintah Benahi Sistem dan Perkuat Sosialisasi

Berita

Kasus Dana Desa Booi Naik Penyidikan, Kejaksaan Bidik Dugaan Korupsi Rp1,4 Miliar

Berita

Mangkir Dua Kali dari Panggilan DPRD, Komisi I Ancam Laporkan Oknum TNI ke Mabes

Berita

Wali Kota Ambon Lantik 59 Kepala Sekolah, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggar Aturan

Berita

Benhur Watubun Konsolidasikan Kader PDIP di Seram Selatan, Tekankan Militansi dan Kedekatan dengan Rakyat

Berita

Unpatti Buka Seleksi Mandiri UTBK 2026, Lebih dari 3.100 Calon Mahasiswa Perebutkan Ribuan Kursi Tersisa