Home / Berita

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:14 WIB

Mangkir Dua Kali dari Panggilan DPRD, Komisi I Ancam Laporkan Oknum TNI ke Mabes

AMBON – Sikap seorang oknum anggota TNI yang dua kali tidak menghadiri panggilan resmi Komisi I DPRD Maluku menuai reaksi keras. Komisi yang membidangi pemerintahan dan hukum itu bahkan mengancam akan melaporkan yang bersangkutan ke Markas Besar TNI apabila kembali mengabaikan undangan yang telah dilayangkan.

Ketua Komisi I DPRD Maluku menilai ketidakhadiran tersebut merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap upaya klarifikasi yang dilakukan lembaga legislatif. Padahal, pemanggilan dilakukan dalam rangka meminta penjelasan terkait persoalan yang menjadi perhatian publik dan membutuhkan penyelesaian secara transparan.

Menurut Komisi I, DPRD memiliki fungsi pengawasan yang harus dijalankan demi memastikan setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat dapat ditangani secara terbuka. Karena itu, setiap pihak yang dipanggil diharapkan menunjukkan sikap kooperatif dan menghormati mekanisme yang sedang berjalan.

Baca Juga  Percepat Transformasi Digital, Dinas Kominfo Malteng Studi Tiru Ke Kota Ambon

Legislator menegaskan, apabila pada pemanggilan berikutnya yang bersangkutan tetap tidak hadir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, Komisi I akan menempuh langkah lebih lanjut dengan menyurati pimpinan institusi TNI hingga Mabes TNI untuk meminta perhatian dan tindak lanjut.

Komisi I berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan kehadiran pihak terkait dalam forum resmi DPRD. Dengan demikian, seluruh informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh secara utuh dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Baca Juga  Komisi IV Mendukung Sekolah Rakyat (SR) Bagi Masyarakat Ekonomi Lemah.

DPRD Maluku juga menegaskan bahwa langkah pemanggilan tersebut bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan sebagai bagian dari fungsi pengawasan guna memastikan setiap persoalan yang berkembang mendapat penjelasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Perkembangan kasus ini dipastikan akan terus menjadi perhatian Komisi I hingga pihak yang dipanggil memenuhi kewajibannya untuk memberikan keterangan dalam rapat resmi yang telah dijadwalkan.

Share :

Baca Juga

Berita

PFII Dinilai Jadi Kunci Kedaulatan Finansial Indonesia, FGD di Bali Soroti Urgensi Pusat Keuangan Internasional

Berita

Wali Kota Ambon Buka Diklat Pemadam I 2026, Tegaskan SDM Tangguh Jadi Kunci Pelayanan Keselamatan Publik

Berita

Perkuat Sinergitas, Densus 88 AT Polri Maluku Gandeng Pemkot Ambon Cegah Radikalisme dan Awasi Penggunaan Gadget Remaja

Berita

Wawali Ambon Serukan Tokoh Agama Perkuat Deteksi Dini Konflik, Teguhkan Semangat Persaudaraan Demi Ambon yang Damai

Berita

Dinkes SBB Perkuat Transformasi Posyandu, Bimtek 6 SPM Siapkan Layanan Dasar yang Lebih Berkualitas

Berita

Siapkan SDM Lokal untuk Blok Masela, PT Inpex dan Unpatti Bekali Mahasiswa dengan Keahlian Industri LNG

Berita

Ambon Perkuat Reformasi Birokrasi, Gandeng Ombudsman RI Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik

Berita

BNI Perkuat Keamanan Digital, wondr by BNI Kini Otomatis Kunci Aplikasi Saat Ada Panggilan Masuk