Home / Uncategorized

Selasa, 29 April 2025 - 11:36 WIB

Menjelang Hari Buruh Internasional KSBSI Provinsi Maluku Menggelar Dialog Dan Baksos

AMBON-Menjelang Hari Buruh Internasional atau tanggal 1 Mei 2025 di Maluku,Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia(KSBSI)Maluku menggelar dua kegaitan,diantaranya Sosial Dialog dan pembagian Sembako pada para tenaga kerja yang terkena dampak PHK.

Demikian hal ini dijelaskan Ketua Konfederasi Serikat Buruh seluruh Indonesia(KSBSI)Maluku Yeheskel Haurisa SH. M.H.,C.MK.,C.L.S.,C.NS.C.PM,kepada awak media Senin(28/4/2025).

Serikat kerja Buruh merupakan moment yang bersejarah dan mengenang sekian ratus tahun lalu peristiwa di Amerika Serikat(AS) ketika teman-teman Serikat Buruh memperjuangkan hak dan jam kerja mereka, ungkapnya.

Ia mengatakan, “pelaksanaan kegiatan hari Buruh sedunia ini Buruh dilaksanakan setiap tahun , bahkan di Indonesia.

Menurut Haurisa, Secara Nasional May Day dilakukan seluruh Provinsi sesuai dengan surat edaran atau intruksi dari dewan eksekutif nasional Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia(KSPSI )di Jakarta.”Didalam surat edaran itu ada beberapa kegiatan. Sebenarnya yang paling puncak adalah harus melakukan aksi damai,katanya.

Lebih lanjut ia juga katakan, dalam aksi damai tersebut, ada beberapa isu yang perlu kami sampaikan. Dan untuk di Jakarta dilaksanakan di Monas yang nanti akan dihadiri oleh bapak Presiden Prabowo,”Ucap Haurisa.

Untuk di Maluku May Day ini kami akan lakukan, tetapi mengingat kondisi Maluku akhir-akhir ini dari sisi Kamtibmas, kemudian kondisi sosial ekonomi Maluku.maka kemudian kita tidak bermaksud menentang kebijakan pusat, tetapi kami mengalihkan kegiatan bersama yang juga punya tujuan sama, yang sebenarnya menyampaikan aspirasi dan tuntutan Buruh secara Nasional untuk Pemerintah.”Sebenarnya beberapa tuntutan itu secara Nasional sama, yaitu tuntutan hak-hak Normatif, misalnya soal pesangon, PHK, Upah Layak, bahkan Perumahan, soal iklim, soal jender, itu hal-hal secara Nasional yang juga memang disampaikan, tetapi di Maluku kita kemas didalam satu Sosial Dialog, jelas Haurisa.

Baca Juga  Perluas Pangsa Pasar UMKM, Widya Murad Apresiasi Pemkot dan Dekranasda Kota Ambon

Ia menyampaikan, untuk kegiatan May Day ini, kami akan lakukan dua kegiatan yang di rencanakan pada tanggal 30 April itu, Sosial Dialog dah pembagian sembako sebanyak 250 orang.

Haurisa berharap, agar kegiatan tersebut dapat dihadiri oleh Stakholder
terkait, minimal pemangku kepentingan yang punya kewenangan juga untuk menjawab tuntutan para Buruh, seperti Gubernur Maluku, Walikota Ambon, Dinas Tenaga kerja , BPJS Kesehatan.”Selain instansi terkait yang punya kewenangan langsung dengan pengawasan ketenagaan kerja atau mengambil langkah-langkah politik dalam putusan kebijakan dan juga kita mengundang akademisi, praktisi, mengapa karena ada pikiran -pikiran akademisi dan juga fakta-fakta dilapangan yang dalam kajian -kajian hukum juga berbeda,tuturnya.

Ia juga menyampaikan,”ada sejumlah peraturan perundang-undangan yang keluar, yang membingungkan pekerja Buruh sehingga kegiatan ini juga penting kita menyampaikan, misalnya Perpu 6 tahun 2023 terhadap perpu 6 -2023 yang menjadi UUD 2024,”tambahnya.

“Ada teman-teman yang upahnya di bawa UMP, UMA, bisa juga persoalan itu kita juga pingin di sampaikan dalam bentuk aksi, tapi dalam sosial dialog

Oleh karena itu May Day yang pertama kita akan melakukan sosial Dialog.”Dalam kondisi ekonomi yang akhir-akhir ini ada sejumlah teman-teman yang di PHK, yang PHK ini selain soal melakukan kesalahan tapi juga karena kondisi ekonomi sehingga kita lakukan efisiensi, akibat dampak seperti itu lalu kemudian kami berencana untuk melakukan aksi sosial, sekedar untuk membantu teman-teman yang ter-PHK, minimal kami lakukan pembagian sembako.

Baca Juga  Ketua Ansor SBB Ajak Masyarakat Untuk Tetap Menjaga Kedamaian Dan Kerukunan

Dua kegiatan itu yang kami harapkan rencana itu sosial dialog di tanggal 30 April dan tanggal 1 Mei pembagian Sembako. Tetapi nanti soal waktu pelaksanaan itu fix setalah rapat panitia dan seksi acara sebagai penanggungjawab , nanti baru kami mem putuskan.

Untuk pemberian bantuan target adalah 250 tenaga kerja yang terkena dampak PHK. Kami berharap agar kegiatan baik dengan tujuan bisa memfasililutasi kepentingan pekerja dengan pemerintah dengan dunia usaha dalam perselisugan dunia sosial, tetapi juga akan memberikan solusi, tapi memberikan kontribusi pikir terhadap sejumlah aturan-aturan yang juga perlu di pahami oleh pekerja dan dunia usaha maka kami berharap juga ada partisipasi dan dukungan dari pemerintah.

Kami juga punya kepentingan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kondisi sosial ekonomi bahkan khantibmas di Maluku. Mengapa ketika Maluku ini dia aman damai, ekonomi peningkatan, maka saya pastikan pekerja Buruh Maluku akan sejahterah.

Jika niat baik ini kami lakukan untuk mendukung program pemerintah di Maluku, maka kami juga berharap bahwa pemerintah dan stekholder lainnya tidak menutup mata atau melihat sebelah mata, pinta Haurisa.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Pamong Budaya: Mesak Wakim “Ayowane: Simbol Perahu dalam Tari Seka Masyarakat Masela”

Uncategorized

Maluku Catat 32 Warisan Budaya Takbenda, Belajar dari Kasus ‘Rasa Sayange’ yang Pernah Diklaim Malaysia

Uncategorized

Mainoro, Nyanyian Adat Suku UPA,A yang Terancam Punah

Uncategorized

LASQI Kota Ambon Juara Umum Pemilihan Duta Qasidah Provinsi Maluku 2025

Uncategorized

Wali Kota Ambon Buka Lomba Mancing, Ajak Warga Jaga Laut

Uncategorized

Gubernur Paparkan Kondisi Maluku ke Mendagri Pada Rakor Kepala Daerah se- Maluku

Uncategorized

Kejaksaan Berhasil Mengrehabikitasi Seorang PNS dan Security di Kota Ambon

Uncategorized

Tuntut Jalan Lingkar Ambalau Segera Tuntas, Pemuda Maluku Bergerak Berorasi Di Depan DPRD Maluku