MALUKU TENGAH – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mendapat sambutan adat penuh kehormatan saat tiba di Negeri Mosso, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (22/6/2026). Kedatangannya untuk membuka kegiatan Pendidikan Kader dan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Gabungan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tehoru dan Telutih disambut meriah dengan tarian Cakalele, simbol keberanian dan persatuan masyarakat Maluku.
Sejak memasuki lokasi kegiatan, Benhur Watubun disambut hangat oleh tokoh masyarakat, para kader partai, serta ratusan warga yang memadati area penyambutan. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian Cakalele yang dibawakan para pemuda setempat, diiringi dentuman tifa dan lantunan musik tradisional yang menggugah semangat kebersamaan.
Tak hanya itu, penampilan grup mars dari siswa-siswi SMA Hatu turut menambah kemeriahan acara yang sarat nuansa budaya dan kekeluargaan tersebut.
Dalam sambutannya, Benhur Watubun menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas sambutan adat yang diberikan masyarakat Negeri Mosso. Menurutnya, penghormatan melalui tradisi budaya merupakan cerminan kuatnya identitas masyarakat Maluku yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.
“Tarian Cakalele bukan hanya sebuah pertunjukan budaya, tetapi mengandung makna mendalam tentang keberanian, persatuan, penghormatan terhadap leluhur, dan semangat menjaga jati diri masyarakat Maluku. Saya sangat terharu dan bangga atas sambutan yang diberikan hari ini,” ujar Watubun.
Ia menegaskan, pelestarian budaya lokal harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para kader PDI Perjuangan yang berada di seluruh wilayah Maluku.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Maluku sejalan dengan semangat gotong royong, solidaritas, dan perjuangan yang selama ini menjadi fondasi gerakan politik PDI Perjuangan.
Selain menjadi ajang pendidikan politik bagi kader, kegiatan Pendidikan Kader dan Musancab Gabungan PAC Tehoru dan Telutih juga dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan tersebut, para kader membahas berbagai agenda strategis partai, termasuk program-program kerakyatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat serta langkah memperkuat komunikasi politik menjelang berbagai agenda politik ke depan.
Watubun menekankan pentingnya menjaga soliditas internal partai agar PDI Perjuangan tetap hadir sebagai kekuatan politik yang dekat dengan rakyat.
“Kader harus terus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi mereka, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat,” tegasnya.
Acara yang berlangsung penuh keakraban itu menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara partai dan masyarakat sekaligus menegaskan bahwa budaya lokal tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan politik dan pembangunan di Maluku.
Dengan semangat persaudaraan yang ditunjukkan melalui prosesi adat Cakalele, Negeri Mosso menjadi saksi penguatan konsolidasi PDI Perjuangan sekaligus komitmen bersama menjaga warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat di Bumi Pamahanunusa.





































