Home / Berita

Rabu, 1 November 2023 - 09:32 WIB

Tidak Ada Unsur SARA Dalam Postingan Rutumalessy Di Medsos

GlobalMaluku.ID,Piru-Jurnalis Senior Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) Moses Rutumalessy dan juga adalah seorang tokoh masyarakat SBB ,menghimbau agar segelintir orang atau masyarakat jangan terlalu baper atau terbawa perasaan dengan status saya di media sosial(Medsos)karena status atau postingan saya di medsos tidak ada unsur isu SARA.

Jangan baper,jangan terbawa perasaan,jangan membenci siapapun gara-gara ada postingan di medsos ,ujar Rutumalessy pada media ini, Rabu,(1/20/2023).

Terkait dengan salah satu media yang memberitakan saya melakukan ujaran kebencian di media sosial(Medsos )sehingga nantinya akan menimbulkan perpecahan di masyarakat ,maksudnya ujaran kebenciannya dimana unsur SARA dimana?

Kata dia,”menyangkut dengan saya punya status disitu -kan tujuannya ke Penjabat Bupati tidak mungkin saya himbau basudra muslim atau masyarakat manapun. “Makanya saya himbau anak negeri adat Kristen untuk segera demo Pj bupati turun dari jabatannya, ucap Rutumalessy.

Kendati demikian”,Saya tidak ada sentil kelompok muslim mana-pun, agama mana, atau organisasi -organisasi apapun,kan tidak ada.”Saya hanya himbau basudara kristen anak SBB untuk demo pulang kan Pj Bupati, tujuan saya bukan ke kelompok muslim mana, atau organisasi muslim yang mana atau ke siapa, itu tidak ada, lalu ujaran kebenciannya buat masyarakat muslim itu yang mana ,atau Beta ciptakan SARA itu di mana.

Baca Juga  Ini Yang Di Sampaikan Pj Kota Ambon Pada Penetapan Status Siaga Bencana 14 Hari

Lebih lanjut ia menambahkan,ada hubungan apa dengan bapak kapolres sampai mereka mau laporkan bapak kapolres ke Kapolda Maluku ,sedangkan kapolres tidak tahu menahu dengan hal tersebut.

Rutumalessy katakan, Silahkan anda lapor dan saya siap untuk di periksa di Polres. Saya siap ketika dipanggil dan akan koperatif,tandasnya

Intinya bagi saya tidak ada ujaran kebencian atau saya sebarkan SARA di situ, terkecuali saya ada sebut basudra muslim begini atau organisasi muslim, kan tidak ada.”,Yang saya himbau untuk masyarakat anak adat daerah Kristen untuk demo menurunkan Pj bupati dan saya sasaran ke Pj Bupati bukan ke agama mana-mana atau organisasi mana tidak ada, Jelas Rutumalessy.

Baca Juga  Siap amankan Pilkada 2024, Polres SBB Gelar Simulasi Sispamkota

Dengan dialegnya, Rutumalessy menyampaikan, yang di pertanyakan dong rasa resah ni dong punya kapasitasnya apa? Barang dong dengan Pj Bupati itu siapa ? Atau dong mengatasnamakan Pj Bupati ,maksudnya Pj Bupati kasih mandat? Kalau Pj Bupati tidak merasa baik, silahkan Bupati lapor saya to, ko mengatas namakan organisasi lapor dengan alasan saya sebarkan ujaran fitna, hoax, SARA , ujaran kebencian itu dimana? , tunjukan apakah itu saya himbau untuk saya punya basudara kristen anak adat untuk demo Pj Bupati ,lalu itu dikatakan SARA

Ia juga tekankan, jangan ancam kapolres, karena kapolres tidak tahu menahu dengan hal tersebut.

Dari pihak kepolisian juga akan mempelajari hal tersebut , mereka juga tahu, lalu mengapa sampai ancam pa kapolres ? Ada apa sampai ancam pa kapolres? Jangan punya kepentingan lain lalu di barengi untuk ancam pa kapolres. Dan saya siap untuk di panggil di polres SBB, tutupnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan, Unpatti dan PT Hatfield Indonesia Bahas Pembentukan Center of Excellence Maluku

Berita

Dirjen Gakkum ESDM RI Sambangi Unpatti, Soroti Penegakan Hukum Tambang dan Masa Depan Gunung Botak

Berita

DPRD Maluku Soroti Kisruh SPMB, Minta Pemerintah Benahi Sistem dan Perkuat Sosialisasi

Berita

Kasus Dana Desa Booi Naik Penyidikan, Kejaksaan Bidik Dugaan Korupsi Rp1,4 Miliar

Berita

Mangkir Dua Kali dari Panggilan DPRD, Komisi I Ancam Laporkan Oknum TNI ke Mabes

Berita

Wali Kota Ambon Lantik 59 Kepala Sekolah, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggar Aturan

Berita

Benhur Watubun Konsolidasikan Kader PDIP di Seram Selatan, Tekankan Militansi dan Kedekatan dengan Rakyat

Berita

Unpatti Buka Seleksi Mandiri UTBK 2026, Lebih dari 3.100 Calon Mahasiswa Perebutkan Ribuan Kursi Tersisa