AMBON – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan revolusi digital tidak hanya membawa kemudahan dalam kehidupan manusia, tetapi juga menghadirkan tantangan besar bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, pendidikan karakter dinilai menjadi fondasi utama untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon dalam sambutannya pada Launching Child Community Hero (CCH) Project Yayasan Pohon Sagoe Maluku di SD Kristen Nania. Kegiatan tersebut bertujuan membangun karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial anak-anak sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan bahwa saat ini masyarakat hidup di era revolusi teknologi yang berkembang sangat cepat. Menurutnya, anak-anak tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibekali kecerdasan emosional, mental yang kuat, serta karakter yang baik agar mampu menghadapi perubahan zaman.
Ia mengungkapkan, berbagai data menunjukkan masih tingginya angka kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan verbal yang terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, maupun melalui perkembangan teknologi. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi perkembangan mental dan psikologis anak.
“Kalau kita ingin anak-anak menjadi generasi hebat menuju Indonesia Emas 2045, maka mereka harus mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan, baik fisik maupun verbal,” tegasnya.
Menurutnya, kebiasaan membanding-bandingkan anak dengan saudara atau teman sebaya juga merupakan bentuk kekerasan psikologis yang dapat menurunkan rasa percaya diri anak hingga menghambat potensi mereka berkembang.
Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada Yayasan Pohon Sagoe dan SD Kristen Nania yang menghadirkan program pembelajaran berbasis pengalaman. Program tersebut dinilai mampu membentuk karakter anak agar memiliki kepedulian terhadap sesama, keberanian, jiwa kepemimpinan, serta mampu mencegah terjadinya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
“Pendidikan seperti ini bukan sekadar kegiatan sekolah, tetapi menjadi ruang belajar yang membentuk karakter dan pengalaman hidup anak-anak sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan peduli kepada sesama,” ujarnya.
Wali Kota juga menjelaskan bahwa Pemerintah telah menginisiasi berbagai kebijakan melalui penguatan pendidikan karakter, termasuk implementasi Profil Pelajar Pancasila yang bertujuan membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bergotong royong, mandiri, dan memiliki jiwa kebangsaan yang kuat.
Di akhir sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program di Dinas Pendidikan. Ia berharap seluruh sekolah mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas sehingga lahir generasi muda Ambon yang mampu menjadi pemimpin di masa depan.
“Siapkan diri sejak sekarang. Kelak dari anak-anak inilah akan lahir camat, kepala sekolah, bahkan Wali Kota Ambon di masa depan. Karena itu belajar yang baik dan bangun karakter yang kuat,” tutupnya.












































