AMBON–Banjir yang secara rutin melanda beberapa wilayah di Kabupaten Maluku Tengah (Maltakan beberapa wilayah di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), kini kembali menjadi fokus perhatian pemerintah dan masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Allan Lohy, mengatakan, luapan aliran Kali Tone adalah faktor utama, yang menyebabkan terjadinya banjir di kawasan yang mencakup Waru, Tehoru, Nusa Telu, dan Waipia, yang hingga saat ini belum ditangani dengan serius.
Allan Lohy kepada awak media Senin, (12/01/2026) mengungkapkanĀ kekhawatirannya akan dampak yang terus berlanjut, akibat tidak terselesaikannya permasalahan banjir yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
“Kondisi ini benar-benar menjadi momok bagi warga setiap memasuki musim hujan. Setiap tahun tanpa terkecuali, wilayah Waru, TNS, dan Waipia harus menghadapi genangan air yang mengganggu aktivitas sehari-hari,” jelas Allan.
Allan meminta solusi yang konkret dan tidak bersifat sementara, diantaranya dengan membangun DAM untuk mengalihkan aliran sungai, dan melakukan normalisasi Kali Tone secara menyeluruh.
“Kami ingin memastikan kebijakan P3K paruh waktu tidak merugikan tenaga honorer yang sudah lama mengabdi dan tetap sejalan dengan regulasi nasional,” katanya.
Hasil pertemuan langsung dengan masyarakat selama reses telah didokumentasikan secara rinci dan akan segera disampaikan dalam bentuk laporan resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah Maluku.


























