MASOHI-Bupati Maluku Tengah(Malteng) menghadiri dan membuka Konfernsi Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) bertajuk “Revitalisasi dan konsolidasi Organisasi menuju PGRI yang kuat serta Mandiri’, Masohi(24/6/2025).
Turut hadir, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Dan Pendidikan Khusus Masohi Kabupaten Maluku Tengah , Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah ,Ketua dan segenap jajaran Pengurus PGRI Provinsi Maluku, Ketua PGRI Kabupaten Maluku Tengah beserta jajaran pengurus Para Kepala Sekolah, Dewan Guru, dan seluruh anggota PGRI ,Para tamu undangan lainnya.
Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Zulkarnaen Awat Amir, SP. M. AP, memberikan sambutan sekaligus membuka Konferensi PGRI.Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, apresiasi yang tinggi kepada jajaran PGRI Kabupaten Maluku Tengah atas terselenggaranya konferensi ini, yang menjadi momentum penting dalam rangka evaluasi, refleksi, serta penyusunan arah kebijakan organisasi ke depan.
Tema yang diangkat dalam konferensi ini, “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”, sangatlah relevan dan strategis,ujar Bupati.
Zulkarnaen mengatakan, Kita menyadari bahwa keberhasilan Indonesia dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan, dan para guru adalah ujung tombak dalam proses transformasi tersebut.
Lanjutnya, PGRI sebagai wadah perjuangan guru Indonesia memiliki peran sentral dalam mendorong profesionalisme, memperkuat etika pendidikan, serta memperjuangkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, ungkapnya.
Untuk itu, saya mendorong PGRI agar terus melakukan pembaruan organisasi, meningkatkan kompetensi anggotanya, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun SDM unggul di Maluku dan Maluku Tengah.
Ia menambahkan, Transformasi pendidikan yang kita harapkan tidak hanya soal teknologi dan kurikulum, tetapi juga menyangkut transformasi budaya kerja, kepemimpinan pembelajaran, serta karakter dan integritas para pendidik.
Dirinya juga menegaskan ,komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk terus mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan, baik melalui peningkatan sarana-prasarana sekolah, pelatihan guru, maupun sinergi program antara pemerintah daerah dan organisasi profesi seperti PGRI.
Dikatakan,”konferensi ini juga merupakan forum demokrasi organisasi, tempat di mana kepemimpinan baru akan dirumuskan untuk melanjutkan estafet pengabdian.
Saya berharap proses ini berlangsung dengan musyawarah, menjunjung tinggi etika organisasi, serta menghasilkan kepengurusan yang solid, visioner, dan responsif terhadap dinamika dunia pendidikan.
Bupati akhir sambutannya, mengucapkan selamat melaksanakan konferensi,Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa membimbing langkah kita dalam membangun dunia pendidikan yang bermartabat, dan menjadikan PGRI sebagai kekuatan moral dan intelektual menuju Indonesia Emas,”pintanya.

































