Home / Berita

Kamis, 14 September 2023 - 01:19 WIB

Cuci Pakaian Operasi Pakai Uang mereka sendiri, Akibat Tenaga Honorer RSUD Belum Mendapat Upah Kerja Selama 6 Bulan

GlobalMaluku.ID,PIRU-Pembayaran gaji tenaga honorer yang belum di bayar 6 bulan oleh Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD)Piru Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB),dan ini juga termasuk sejumlah komponen penghasilan seperti instif 8 bulan para tenaga medis yang berada pada RS tersebut.

Hal ini disampaikan disampaikan oleh salah satu Tokoh Pemuda SBB Moses Rutumalessy,bahwa Jumlah tenaga honorer 20 Cs dengan laundry RSUD Piru belum terima 6 bulan upah kerja. Padahal tenaga mereka sangat diperlukan di rumah sakit ini, katanya, pada media ini, Kamis(14/9/2023).

Kata dia,sangat miris sekali, karena belum menerima upah tenaga Laundry akhirnya tidak masuk kerja.

Alasannya, lanjut tokoh pemuda tersebut, untuk mencuci pakaian dokter yang baru selesai melakukan operasi atau seperei di ruangan, mereka harus membeli sabun cuci memakai uang pribadi.

Baca Juga  Wattimena Hadiri Kegiatan Cipta Menu Pangan Lokal Jemaat GPM Lateri

Sehingga,akhirnya mereka mogok kerja. Bahkan ada dokter yang menggunakan pakaian bekas operasi lagi untuk operasi, miris, ujar Rutumalessy.

Sementara ini Dirut RSUD sedang mencari jalan agar dapat membayar hak-hak mereka.

Rutumaleesy juga menjelaskan, “bukan saja di RSUD, di OPD lain juga ada yang sudah memasukan absensi kehadiran sesuai permintaan Pejabat Bupati, namun sampai detik ini dia belum menandatanganinya agar dapat melakukan proses pencairan. Padahal dia selalu meminta untuk setiap saat semua pegawai termasuk tenaga honorer harus masuk kantor.

Mereka sudah melakukan kewajiban mereka, tapi kemanakah hak mereka selama 6 bulan ini,sesal tikoh pemuda tersebut.

Baru pernah terjadi di kabupaten SBB, rakyat di buat susah dengan alasan peraturan PMK 212, padahal selama ini semua baik-baik saja. Namun kehadiran pejabat Bupati membuat semua menjadi susah. Tidak ada pembangunan, roda ekonomi macet dan mengakibatkan masyarakat menjadi susah,tandasnya.

Baca Juga  Gubernur Maluku, Pentingnya Kolaborasi Yang Solid Antara Pemerintah Pusat Dan Provinsi

Dia juga katakan, kami perlu bersuara agar persoalan ini di ketahui oleh publik(Masyarakat SBB).

Bayangkan, berbulan-bulan tidak mendapatkan upah kerja mereka, sampai sabun cuci pakaian medis-pun di beli mereka sendiri.”Dan upah mereka atau hal lainnya yang belum di terbayarkan,ini untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka sehari-hari, beber Tokoh muda tersbut.

Harusnya ini juga menjadi perhatian Mendagri, jangan cuma mendatangkan pimpinan yang hanya mementingkan tambang’ dan proyek lainnya, tanpa harus mempedulikan kesejahteraan masyarakat. Karena ini bertentangan dengan sila ke-5, tegas Rutumalessy.

Share :

Baca Juga

Berita

Ketua DPRD Maluku Minta Patahuwe-Lisabata Akhiri Konflik, Jangan Ada Lagi Aksi Balasan

Berita

Penyerahan STL GSY Jobel Paso dan Pondok Daud Tepa, Kemenag Maluku Tekankan Tertib Administrasi dan Persaudaraan

Berita

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Berita

16.498 Keluarga di Kepulauan Aru Terima Bantuan Beras, Pemerintah Pastikan Tepat Sasaran

Berita

Sambutan Hangat di Semarang, Gubernur Maluku Apresiasi Dedikasi LO Jateng Dampingi Kafilah MTQ

Berita

Energizing Maluku 2026: Maluku Mulai Menatap Masa Depan dengan SDM Unggul, Ekonomi Berkelanjutan dan Teknologi AI

Berita

PLN Energi Gas Siapkan Infrastruktur Gas di 11 Kabupaten/Kota Maluku, Serap hingga 1.000 Tenaga Kerja per Unit

Berita

Gubernur Lewerissa Suntik Semangat Kafilah Maluku Jelang MTQ Nasional XXXI di Semarang