Home / Berita

Rabu, 9 Juli 2025 - 11:22 WIB

DPRD Dorong Dinas Pariwisata Untuk Lebih Kreatif Kelola Potensi Wisata Di Maluku

AMBON- Komisi IV DPRD Maluku menyoroti pengelolaan sektor Pariwisata daerah yang dinilai masih minim kreativitas dan belum mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Padahal, Maluku memiliki kekayaan destinasi wisata yang luar biasa, yang dinilai sebagai serpihan surga yang jatuh ke bumi.

“Kalau Papua itu disebut surga yang jatuh ke bumi, serpihannya ada di Maluku. Tapi sangat disayangkan, potensi wisata Maluku yang begitu banyak, justru hanya dikelola tiga destinasi saja: Pantai Liang, Namalatu, dan Gong Perdamai, namun Banda belum dikelola oleh Provinsi Maluku” ungkap Wakil Ketua Komisi Syarifudin usai rapat bersama mitra, selasa (08/07/2025).

Komisi IV mendorong Dinas Pariwisata Maluku untuk lebih kreatif dalam mengelola potensi yang ada. Pariwisata, kata mereka, adalah sektor yang menuntut inovasi dan kerja sama, bukan hanya sekadar mengelola aset yang ada.

“Kami meminta Dinas Pariwisata jangan hanya berpikir kelola wisata itu harus beli aset. Harus mulai berpikir lebih kreatif, bisa kerja sama dengan pihak ketiga, tanpa harus mengeluarkan modal besar. Misalnya, kita dukung pengembangannya, tapi nanti kita dapat bagi hasil atau menarik retribusi dari sana,” tegas Syarifudin

Baca Juga  Perubahan KUA-PPAS 2026, Maluku Tengah Dapat Tambahan Fiskal Rp68,76 Miliar

Menurutnya, dalam pembahasan APBD 2025, Dinas Pariwisata menetapkan target PAD sebesar Rp1,01 miliar. Namun hingga pertengahan tahun, realisasinya baru mencapai sekitar Rp300 juta, jauh dari target yang ditetapkan. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi baru dalam pengembangan pariwisata daerah.

Komisi IV juga menyoroti bahwa hingga saat ini Maluku belum masuk dalam daftar 10 destinasi wisata prioritas nasional, padahal keindahan alamnya tidak kalah dibanding daerah lain. Oleh karena itu, geliat pariwisata Maluku harus terus ditingkatkan dengan menggali potensi di seluruh kabupaten/kota.

Sebagai contoh, di Kabupaten Buru, potensi wisata bukan hanya pantai, tetapi juga agro wisata yang bisa dikembangkan. “Hal-hal seperti ini harus dijajaki, bisa kerja sama dengan investor. Kita bangun pariwisata, mereka kelola, daerah dapat bagi hasil. Jadi ada manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah,” ungkapnya

Baca Juga  Kepemimpinan Asri Arman Ibarat Boneka Barby Yang Di Kendalikan Oleh FB

Komisi IV juga mengkritisi investasi besar-besaran di Pantai Liang yang mencapai miliaran rupiah, namun pendapatan yang diperoleh tidak sebanding. “Nilai Investasi untuk pembebasan lahan yang diproyeksikan Rp10 miliar, tapi pendapatan hanya sekitar Rp300 juta. Ini sangat tidak seimbang. Harus dicari cara yang lebih efektif agar potensi wisata ini benar-benar menghasilkan untuk daerah.”

Dewan melalui komisi IV berharap ke depan, ”Dinas Pariwisata dapat memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kreativitas dalam mengelola pariwisata, sehingga Maluku bisa bersaing dan menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi PAD.” Tutup Syarifudin

Share :

Baca Juga

Berita

Ombudsman Maluku Soroti Pelayanan Publik SBB, Bupati Diminta Pastikan Perbaikan Nyata

Berita

Maluku Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa: Penghargaan Ini Milik Seluruh Rakyat dan Pemuda

Berita

Wali Kota Ambon Dorong TP-PKK Jadi Mitra Strategis, Bidik Optimalisasi PAD

Berita

Pemda SBB Bentuk Tim Khusus Bahas Aspirasi Warga Amaina, Renovasi Masjid Ditunda Sementara

Berita

Lepas 39 Calon Praja IPDN, Gubernur Lewerissa Tekankan Disiplin dan Jaga Nama Baik Maluku

Berita

Puncak Dies Natalis ke-22, Pascasarjana Unpatti Gaungkan Kolaborasi Riset Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan

Berita

Buka ICESAS 2026, Gubernur Maluku Dorong Riset Tak Berhenti di Forum, Harus Berdampak bagi Masyarakat

Berita

Sumpah Pemuda ke-98, Unpatti Dorong Generasi Muda Maluku Berprestasi Menuju Indonesia Emas 2045