Home / Berita

Senin, 27 April 2026 - 21:12 WIB

DPRD Maluku Dorong Reformasi Tata Kelola, Soroti Ketimpangan Kebijakan Efisiensi Pusat

AMBON – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menegaskan komitmennya bersama pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan menyeluruh dalam tata kelola pemerintahan, guna mendorong kinerja yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Maluku, Johan Johanis Lewerissa, menyatakan bahwa langkah tersebut bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari upaya serius menghadirkan perubahan nyata dalam sistem pemerintahan.

“Ini bukan formalitas. Ini adalah komitmen bersama untuk melakukan perubahan menyeluruh dalam tata kelola pemerintahan,” ujar Lewerissa kepada wartawan di Ambon.

Ia menekankan bahwa rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur memiliki peran strategis sebagai instrumen evaluasi sekaligus pendorong perbaikan kinerja pemerintah daerah.

Baca Juga  Pemerintah Kabupaten SBB Komitmen Tindaklanjuti Rekomendasi BPK Provinsi Maluku

Menurutnya, keberhasilan implementasi rekomendasi tersebut sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah.

“DPRD dan pemerintah daerah harus berjalan seiring. Rekomendasi tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. Ia menilai kebijakan tersebut belum berjalan seimbang dan berpotensi membebani pemerintah daerah.

“Kebijakan efisiensi harus dikoordinasikan dengan baik. Jangan hanya daerah yang diminta berhemat, pemerintah pusat juga harus melakukan hal yang sama,” kata Benhur.

Baca Juga  Gubernur Maluku Gandeng ASDP, Konektivitas Feri Antarpulau Jadi Target Penguatan Ekonomi Daerah

Ia mendorong pemerintah pusat untuk melakukan pembenahan internal secara serius, termasuk mengevaluasi efektivitas lembaga-lembaga yang ada.

“Pusat juga harus berani mengefisiensi diri, termasuk memangkas lembaga yang tidak memberikan manfaat nyata,” tambahnya.

Benhur menilai, jika kebijakan efisiensi dilakukan secara menyeluruh dan berimbang antara pusat dan daerah, maka akan tercipta ruang fiskal yang lebih luas. Hal ini dinilai penting untuk mendukung percepatan pembangunan di daerah, khususnya di Provinsi Maluku.

DPRD Maluku berharap, melalui sinergi yang kuat dan kebijakan yang adil, upaya reformasi tata kelola pemerintahan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Share :

Baca Juga

Berita

SK Kenaikan Pangkat Diduga Bodong, Pemprov Maluku Siapkan Langkah Hukum!

Berita

Buka Mubes IV Latupati Maluku, Lewerissa Tekankan Kerukunan Adat dan Penyelesaian Konflik Petuanan

Berita

Buka ICAST 2026, Lewerissa Dorong Sains dan Teknologi Jadi Penggerak Pembangunan Maluku

Berita

Wali Kota Ambon Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan SK Bodong Kenaikan Pangkat ASN

Berita

Bodewin Wattimena: Pembangunan Ambon Tak Cukup dengan Teknologi Canggih, Manfaatnya Harus Dirasakan Semua Warga

Berita

DPRD Maluku Soroti Keberlanjutan Irpom, 324 Unit Efektif dan Dua Lokasi Terkendala

Berita

Unpatti Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Sosial bagi Penerima Beasiswa Cahaya Pintar YBM PLN

Berita

Unpatti Kirim 17 Mahasiswa Hukum ke Bali, Siap Pertahankan Prestasi Emas di Kompetisi Peradilan Semu