Home / Berita

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:10 WIB

Irawadi, Komisi II DPRD Maluku Tinjau Lokasi Kerja PT Miranti di SBB dan Berdialog dengan Masyarakat serta Perusahaan

AMBON–Komisi II DPRD Provinsi Maluku melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Rabu, 3 Desember 2025, guna memastikan proses perizinan PT Miranti, perusahaan pengelola material batuan galian C yang beroperasi di Dusun Laala, Tanah Goyang, dan sejumlah dusun lainnya. Kehadiran perusahaan tersebut menjadi bagian penting dalam penyediaan material untuk pembangunan infrastruktur jalan daerah.

Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi, SH, kepada sejumlah wartawan di ruang rapat Komisi II menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan legalitas operasional perusahaan dan penerimaan masyarakat terhadap aktivitas pertambangan di wilayah itu.

“Dalam kunjungan ini kami memastikan proses perizinan PT Miranti yang mengolah batu pica galian C di Dusun Laala dan beberapa dusun lain dalam wilayah Kabupaten SBB. Kami juga mengundang tokoh masyarakat untuk berdialog dan mendengar langsung kondisi di lapangan,” ujar Irawadi.

Baca Juga  Gubernur Maluku Hadiri Pelantikan Dokter Baru Lulusan XXIV Periode 2025

Irawadi mengungkapkan bahwa PT Miranti sebelumnya telah beroperasi meski izin operasionalnya masih dalam proses penyelesaian. Namun berdasarkan konfirmasi terbaru, seluruh dokumen lingkungan, termasuk UKL-UPL, telah rampung, dan saat ini perusahaan tinggal menunggu terbitnya izin dari Dinas PTSP.

“Semua dokumen lingkungan sudah selesai. Menurut informasi dari PTSP, izin sedang diproses melalui sistem online. Ada perubahan regulasi sehingga terjadi sedikit keterlambatan, tetapi intinya prosesnya sudah berjalan,” jelasnya.

Material yang dikelola PT Miranti digunakan untuk pekerjaan impress pembangunan jalan daerah sepanjang kurang lebih lima kilometer yang harus diselesaikan pada Desember 2025.

“Jika menunggu izin terbit baru pekerjaan dimulai, maka proyek ini tidak akan selesai tepat waktu. Sementara masyarakat justru kini sangat berterima kasih, karena selama ini mereka tidak pernah menikmati jalan beraspal hotmix seperti yang sedang dikerjakan,” kata Irawadi.

Baca Juga  Purimahua, Amrosis, Mengaku, sesuai Edaran Pj Bupati, 6 SK Kepala Dusun Akan Segera Saya Batalkan

Ia menegaskan bahwa fokus Komisi II bukan pada progres pembangunan jalan, tetapi pada kepastian bahwa aktivitas pertambangan PT Miranti tidak menimbulkan masalah sosial maupun lingkungan serta mendapatkan dukungan masyarakat sekitar.

“Kontrak pengerjaan jalan ada batas waktunya dan itu konsekuensinya besar. Tapi kami hanya memastikan bahwa perusahaan ini diterima masyarakat dan proses perizinan produksinya berjalan. Izin pertambangannya sudah ada, tinggal izin produksi dari PTSP,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, tokoh masyarakat Dusun Laala menyampaikan sejumlah permintaan kepada PT Miranti, antara lain pembangunan kubah masjid, jalan lingkungan, serta saluran drainase. Pihak perusahaan telah menyatakan kesediaannya memenuhi permintaan tersebut.

“Perusahaan sudah merespons. Mereka fokus menyelesaikan pekerjaan utama karena waktu tinggal satu bulan. Setelah volume jalan sepanjang satu kilometer ini selesai, baru mereka melaksanakan janji kepada masyarakat,” tutup Irawadi

Share :

Baca Juga

Berita

Bimas Kristen Malteng: Klaim Bergabung dengan Sinode dan PGI Harus Melalui Prosedur Resmi

Berita

Diduga Gunakan Identitas PGI Tanpa Dasar Organisasi yang Jelas, Jemaat Victorius Breaktrough Suli Diminta Diperiksa

Berita

Wali Kota Ambon Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah, SP2D Online Jadi Langkah Menuju Smart City

Berita

DPRD Maluku Terima LHP BPK 2025, Benhur Watubun Tekankan Tata Kelola Keuangan Harus Transparan

Berita

DPRD Maluku Mulai Masa Sidang III, APBD hingga Temuan BPK Jadi Sorotan Utama

Berita

DPRD Maluku Kawal Pembangunan Sekolah Rakyat di Malteng, Pastikan Program Pendidikan Nasional Tepat Sasaran

Berita

Rektor Unpatti Tegaskan Blok Masela Harus Sejahterakan Masyarakat Maluku, Bukan Sekadar Proyek Energi

Berita

Mahasiswa Seram Utara-Selatan Desak Pemerintah Tinjau Ulang Tapal Batas Hutan, Ancam Gelar Aksi Lanjutan