Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa terkait berbagai program beasiswa yang tersedia, mulai dari persyaratan, mekanisme pendaftaran, jadwal seleksi, hingga manfaat yang dapat diperoleh. Sosialisasi ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan partisipasi serta kesiapan mahasiswa dalam mengakses peluang beasiswa.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FKIP Unpatti, Prof. Dr. Anderson L. Palinussa, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa program beasiswa merupakan peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa.
“Mahasiswa perlu meningkatkan prestasi akademik serta kesiapan administrasi agar dapat bersaing dalam memperoleh beasiswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai skema beasiswa, termasuk Beasiswa Pertamina, memiliki standar seleksi yang cukup ketat, khususnya pada aspek Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Mahasiswa dengan IPK minimal 3,5 dinilai memiliki peluang besar untuk memperoleh dan mempertahankan beasiswa secara berkelanjutan.
Selain itu, Prof. Anderson juga menekankan pentingnya validitas dan sinkronisasi data pribadi mahasiswa, terutama data kependudukan dan data pada dinas sosial. Menurutnya, ketidaksesuaian data dapat berdampak pada kelayakan penerimaan beasiswa, khususnya pada program bantuan berbasis kondisi ekonomi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa terdapat beragam jenis beasiswa yang dapat diakses mahasiswa, seperti beasiswa afirmasi, Beasiswa Bank Indonesia, beasiswa dari lembaga keagamaan, serta bantuan dari berbagai lembaga pemerintah maupun swasta.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, kedisiplinan, dan daya saing yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unpatti, Rina Pusparani, S.S., M.Hum., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sebagian mahasiswa di program studi tersebut telah menjadi penerima KIP Kuliah maupun beasiswa lainnya.
Namun, dengan jumlah mahasiswa baru yang mencapai 169 orang, masih banyak mahasiswa yang membutuhkan informasi menyeluruh terkait berbagai peluang beasiswa.
Ia juga menyebutkan bahwa Universitas Pattimura saat ini memiliki sekitar 14 jenis beasiswa yang dapat diakses mahasiswa, yang difasilitasi oleh pimpinan universitas, khususnya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.
“Peluang beasiswa tidak terbatas pada satu skema saja, melainkan tersedia dalam berbagai bentuk yang dapat membantu pembiayaan studi hingga mendukung kebutuhan akademik secara menyeluruh,” jelasnya.
Menutup kegiatan, Rina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Universitas Pattimura semakin termotivasi untuk meraih prestasi dan memanfaatkan berbagai peluang beasiswa guna mewujudkan impian kuliah tanpa biaya.

































