AMBON – Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan nasional pemberantasan penyalahgunaan narkotika dengan menghadiri Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang berlangsung di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (23/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Pattimura diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni, Dr. Nur Aida Kubangun, M.Pd, sebagai bentuk dukungan nyata kampus terhadap berbagai program pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terus digalakkan pemerintah bersama Badan Narkotika Nasional (BNN).
Peringatan HANI 2026 di Provinsi Maluku digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dan terhubung langsung dengan Presiden Republik Indonesia yang mengikuti acara nasional dari Balai Besar Rehabilitasi BNN di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap penyelamatan generasi bangsa dari ancaman narkotika.
Mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045,” peringatan HANI tahun ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Bagi Universitas Pattimura, tema tersebut sejalan dengan visi kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi terbesar di Maluku, Unpatti memandang lingkungan kampus memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkotika. Karena itu, pembinaan kemahasiswaan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan edukasi, penyuluhan, pengembangan karakter, hingga pembinaan organisasi mahasiswa guna menciptakan suasana akademik yang sehat, aman, dan produktif.
Selain peningkatan kualitas akademik, pembentukan karakter juga menjadi prioritas utama. Mahasiswa didorong menerapkan pola hidup sehat, menjauhi penyalahgunaan narkotika, serta menjadi pelopor dalam mengampanyekan gaya hidup positif baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Unpatti menilai perang melawan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum. Upaya tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara dunia pendidikan, keluarga, masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, hingga media massa agar langkah pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Momentum Hari Anti Narkotika Internasional juga menjadi pengingat bahwa penyelamatan generasi muda merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa. Kampus sebagai tempat lahirnya calon pemimpin masa depan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan mahasiswa tumbuh dalam lingkungan yang sehat, bebas narkoba, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Melalui keikutsertaannya pada Puncak HANI 2026, Universitas Pattimura kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, tangguh, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang berdaya saing, berkarakter, dan berkualitas.













































