Home / Berita

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:47 WIB

Kisah Piluh: Fransina Tamaela, Lansia Terlantar di Hutan Haria

SAPARUA (MALUKU TENGAH)–Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, ada sebuah kisah yang membuat hati kita terenyuh. Fransina Tamaela, seorang lansia berusia 77 tahun, hidup dalam kondisi memprihatinkan bersama cucunya yang masih berusia 10 tahun di sebuah gubuk sederhana di dalam kawasan hutan Desa Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

Gubuk berukuran 5 x 5 meter persegi itu beratapkan daun rumbia, berdinding gaba-gaba, dan beralaskan tanah. Tanpa penerangan, tanpa fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), dan rawan bocor serta tergenang air saat musim hujan. Keduanya masih bergantung pada bantuan warga sekitar untuk kebutuhan air minum.

Baca Juga  Sebanyak 39 Desa Dan Negeri Kelurahan Di Kota Ambon Telah Membentuk Koperasi Merah Putih

Fransina, yang menderita asam lambung dan asam urat, tidak lagi mampu mencari hasil kebun sebagaimana sebelumnya. Mereka hanya mengandalkan hasil kebun seperti pisang, singkong, atau papeda (sagu), bahkan kerap kali tanpa lauk pauk. Pada kondisi tertentu, mereka dilaporkan pernah tidak makan sama sekali.

Cucunya, Ipan Tamaela, anak yatim yang masih berstatus pelajar Sekolah Dasar, harus menghadapi keterbatasan ekonomi keluarga yang berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar anak, termasuk asupan gizi dan perlengkapan sekolah.

Baca Juga  Wakil Gubernur Maluku Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian Bupati Buru, Ini Yang Disampaikannya

Seperti yang dilansir oleh liputanmalteng.co.id, Jumat, (30/01/2026) Pendamping Rehabilitasi Sosial telah melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Kebutuhan mendesak telah diidentifikasi, di antaranya pembangunan rumah layak huni, pemenuhan bantuan kebutuhan pokok, penyediaan fasilitas MCK, serta dukungan perlengkapan sekolah bagi anak.

Kisah Fransina Tamaela adalah panggilan bagi kita semua untuk bertindak. Mari kita bantu mereka yang membutuhkan. Pemda Maluku Tengah, tolong perhatikan kasus ini,”seru Ano Thio, pegiat sosial yang sempat mendengar cerita pilu ini.(Red)

Share :

Baca Juga

Berita

Kasus Dana Desa Booi Naik Penyidikan, Kejaksaan Bidik Dugaan Korupsi Rp1,4 Miliar

Berita

Mangkir Dua Kali dari Panggilan DPRD, Komisi I Ancam Laporkan Oknum TNI ke Mabes

Berita

Wali Kota Ambon Lantik 59 Kepala Sekolah, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggar Aturan

Berita

Benhur Watubun Konsolidasikan Kader PDIP di Seram Selatan, Tekankan Militansi dan Kedekatan dengan Rakyat

Berita

Unpatti Buka Seleksi Mandiri UTBK 2026, Lebih dari 3.100 Calon Mahasiswa Perebutkan Ribuan Kursi Tersisa

Berita

Unpatti Dorong Nelayan Ureng Naik Kelas, Olah Ikan Jadi Produk Bernilai Tinggi

Berita

Wali Kota Ambon: ASN Harus Siap Melayani, Bukan Sekadar Mencari Pekerjaan

Berita

Unpatti Perkuat Jejaring Global, Duta Besar Prancis Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Riset di Maluku