Home / Berita

Minggu, 12 April 2026 - 19:57 WIB

Unpatti Perkuat Pendidikan Terpadu, Sekolah Laboratorium dari PAUD hingga SMA Siap Dikembangkan

Ambon – Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan pendidikan berkelanjutan melalui pengembangan Sekolah Laboratorium terintegrasi mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy, saat menerima kunjungan tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Jumat (10/4) di ruang rapat rektorat. Kunjungan ini bertujuan meninjau lokasi rencana pembangunan sekolah laboratorium sekaligus melihat secara langsung proses pembelajaran yang berlangsung.

Dalam sambutannya, Rektor menilai kehadiran pihak kementerian sebagai langkah penting dalam memperkuat program strategis pendidikan yang berdampak luas bagi generasi mendatang.

“Program ini memiliki dampak besar bagi pengembangan sumber daya manusia, sehingga bisa dikategorikan sebagai bagian dari strategi nasional,” ujarnya.

Rektor menjelaskan, pengembangan sekolah laboratorium Unpatti telah dimulai sejak 2021 dengan cakupan jenjang pendidikan dari PAUD hingga SMA. Saat ini, jenjang SMP dan SMA telah mengantongi akreditasi A serta menghasilkan lulusan berprestasi.

Menurutnya, keunggulan sekolah ini terletak pada penerapan kurikulum berbasis riset yang didukung langsung oleh fasilitas laboratorium kampus, sehingga mampu menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas dan kompetitif.

Meski demikian, Rektor mengakui masih terdapat tantangan, terutama keterbatasan sarana dan prasarana. Saat ini, kegiatan belajar masih memanfaatkan gedung lama yang dialihfungsikan sebagai ruang pendidikan.

Baca Juga  Hanura Resmi Daftar Di KPU ,Target 7 Kursi

“Kami membutuhkan fasilitas yang lebih representatif agar pengembangan sekolah ini bisa optimal ke depan,” ungkapnya.

Pengembangan kawasan pendidikan ini juga dirancang terintegrasi dengan program lain, termasuk pemanfaatan lahan untuk kegiatan produktif seperti pertanian sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual.

Sementara itu, perwakilan Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Amalia, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses seleksi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) yang menjadi prioritas pemerintah.

“Kami melakukan verifikasi langsung terhadap lahan yang diusulkan Unpatti sebagai bagian dari penilaian kelayakan pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun ini pemerintah merencanakan pembangunan 34 sekolah baru di berbagai daerah, sehingga proses seleksi dilakukan secara ketat berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk status dan luas lahan.

Untuk usulan dari Unpatti, Amalia menilai secara umum telah memenuhi syarat, namun tetap perlu verifikasi lanjutan guna memastikan tidak ada potensi persoalan di masa mendatang.

“Status lahan harus jelas, dan sebaiknya melalui mekanisme hibah untuk menghindari sengketa di kemudian hari,” tegasnya.

Selain itu, tim juga akan mempertimbangkan potensi pengembangan sekolah dalam lima tahun ke depan, termasuk proyeksi jumlah siswa dan kontribusinya terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Baca Juga  Pemkot Ambon Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Menurut Amalia, pembangunan SMA Lab School ini sejalan dengan program pemerintah dalam mengintegrasikan sistem pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi.

“Kami sedang mendorong daerah dan institusi yang siap mengembangkan sistem pendidikan terintegrasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan nasional,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, menilai Unpatti memiliki peluang besar menjadi pusat pendidikan bagi masyarakat Maluku jika didukung dengan fasilitas yang memadai.

“Unpatti berpotensi menjadi rumah belajar bagi anak-anak Maluku dengan sumber daya manusia yang sudah kuat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan sekolah baru untuk menghindari tumpang tindih penggunaan fasilitas antara kegiatan akademik kampus dan aktivitas sekolah.

Sarlota menekankan perlunya integrasi sistem pendidikan secara menyeluruh, mengingat selama ini pengelolaan masih terpisah antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat.

“Kita harus meninggalkan ego sektoral dan membangun sistem pendidikan yang utuh dari dasar hingga perguruan tinggi,” tegasnya.

Usai sesi diskusi, rombongan kementerian melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Laboratorium Unpatti. Kunjungan ini turut dihadiri sejumlah pejabat kementerian, pimpinan universitas, serta pemangku kepentingan pendidikan di Maluku.

Share :

Baca Juga

Berita

Wagub Maluku Buka Sahari Dilahasuang di Negeri Laha, UMKM dan Kuliner Lokal Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Berita

Ely Toisutta dan Dody Wiranto Ajak Pemuda Maluku Jadi Pelopor Kreativitas dan Pelestarian Budaya di Era Digital

Berita

Solichin Buton Warning Pembebasan Lahan TPU Arbes: Status Tanah Harus Jelas, Hindari Masalah Hukum

Berita

Desakan Pemakzulan Abdullah Vanath Menguat, Watubun Tegaskan DPRD Tak Bisa Bertindak Sepihak

Berita

Wagub Maluku Dorong Perluasan Peluang Kerja bagi Pemuda, Solidaritas Jadi Kunci Datangkan Investasi

Berita

Ombudsman Maluku Soroti Pelayanan Publik SBB, Bupati Diminta Pastikan Perbaikan Nyata

Berita

Maluku Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa: Penghargaan Ini Milik Seluruh Rakyat dan Pemuda

Berita

Wali Kota Ambon Dorong TP-PKK Jadi Mitra Strategis, Bidik Optimalisasi PAD