Home / Berita

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Ely Toisutta dan Dody Wiranto Ajak Pemuda Maluku Jadi Pelopor Kreativitas dan Pelestarian Budaya di Era Digital

AMBON,GlobalMaluku.ID | Generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan daerah, bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta karya, penggerak perubahan, serta penjaga identitas dan kekayaan budaya lokal. Karena itu, pemuda Maluku didorong untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menjadikan budaya sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan era digital.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ambon Youth Campus Stockso Creative Competition and Festival 2026 yang berlangsung di Aula Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku, Dody Wiranto, S.S., M.Hum., yang sama-sama memberikan perhatian terhadap pengembangan potensi generasi muda.

Dalam sambutannya, Ely Toisutta menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, festival ini merupakan ruang positif untuk membangun karakter pemuda yang kreatif, produktif, serta memiliki wawasan kebangsaan di tengah perkembangan teknologi informasi.

Mengusung semangat membangun pemuda berkarya sebagai wujud nyata Sumpah Pemuda di era digital, Ely menilai tantangan perjuangan generasi muda saat ini telah mengalami perubahan. Jika dahulu pemuda berjuang melalui ikrar persatuan, kini mereka menghadapi tantangan berupa disinformasi, berita bohong, dan narasi provokatif yang berkembang di media sosial.

“Kalau dulu pemuda berikrar dengan Sumpah Pemuda, hari ini pemuda berjuang melawan disinformasi dan narasi provokatif di media sosial. Dengan kata lain, medan perjuangan kita sudah berada di era digital,” ungkap Ely.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan berupa talkshow, kompetisi kreatif, dan festival diharapkan mampu meningkatkan literasi digital, memperluas wawasan kebangsaan, serta memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan identitas bangsa.

Ely juga mengajak anak muda mengubah media sosial menjadi ruang publikasi yang menghadirkan konten-konten positif, terutama mengenai kebudayaan Maluku, kehidupan masyarakat Ambon, nilai persatuan, toleransi, dan berbagai karya kreatif.

Baca Juga  Hadiri Puncak HANI 2026, Universitas Pattimura Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus Bersih Narkoba

Menurutnya, generasi muda Ambon memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Namun, potensi tersebut harus diwujudkan melalui karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya bangga kepada kalian. Kalian adalah generasi yang akan membangun Maluku, khususnya Kota Ambon, dengan karya, bukan dengan kata-kata. Jadikan Maluku sebagai identitas dan jadikan toleransi kita sebagai konten yang mengedukasi serta menginspirasi Indonesia dan dunia,” tegasnya.

Selain mendorong kreativitas, Ely turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, kedamaian, dan kondusivitas Kota Ambon. Ia meminta generasi muda mengarahkan energi dan kemampuan mereka pada aktivitas positif dan produktif, termasuk menjaga kelestarian lingkungan.

Di tengah kondisi cuaca yang dipengaruhi fenomena El Nino, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan maupun melakukan pembakaran lahan karena dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Dody Wiranto Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku, Dody Wiranto, menegaskan bahwa momentum Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Maluku untuk tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi menerjemahkan semangat persatuan dan perjuangan tersebut ke dalam tindakan nyata.

Ia mengingatkan bahwa pada 28 Oktober 1928, pemuda dari berbagai daerah telah menunjukkan komitmen untuk membangun Indonesia. Semangat tersebut, menurutnya, harus terus dilanjutkan oleh generasi muda masa kini melalui kreativitas, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Dody menekankan bahwa di tengah perkembangan era digital, pemuda Maluku tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu mengambil peran sebagai pencipta karya dan penggerak perubahan dengan memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia.

“Kami mengajak generasi muda untuk memanfaatkan peluang yang ada, menghasilkan karya kreatif, membangun kolaborasi, serta memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Lakukan Kunker Perdana di KKT

Lebih jauh, ia mengajak generasi muda untuk terlibat langsung dalam upaya pelestarian kebudayaan melalui berbagai cara, mulai dari mendokumentasikan tradisi, mempromosikan warisan budaya, hingga mengembangkan karya kreatif yang bersumber dari kekayaan budaya Maluku.

Menurut Dody, kebudayaan tidak boleh hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga harus menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan inovasi dan peluang baru bagi generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Dody juga memperkenalkan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku sebagai mitra strategis generasi muda dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan.

Ia mengajak para pelajar dan mahasiswa menjadikan Balai Pelestarian Kebudayaan sebagai ruang belajar, berkreasi, serta mengenal lebih dekat kekayaan budaya Maluku.

Melalui berbagai program yang tersedia, generasi muda dapat belajar secara langsung mengenai tradisi, permainan tradisional, serta berbagai bentuk ekspresi kebudayaan daerah. Balai Pelestarian Kebudayaan juga memiliki kanal media yang menyajikan narasi kebudayaan dari berbagai pulau di Maluku sebagai sarana memperluas pengetahuan dan memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat.

Dody berharap keterlibatan generasi muda dalam pelestarian kebudayaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi gerakan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.

“Jangan hanya berani membangun pembangunan, tetapi jadilah pelaku perubahan. Mulailah melayani, berkarya, dan melakukan sesuatu dari sekarang. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” pesannya.

Melalui Ambon Youth Campus Stockso Creative Competition and Festival 2026, kedua pihak mengharapkan lahirnya generasi muda Maluku yang mampu mengintegrasikan kreativitas, teknologi, dan kebudayaan dalam satu gerakan positif.

Semangat tersebut menjadi penting agar anak muda tidak kehilangan identitas di tengah arus modernisasi, sekaligus mampu menjadikan kekayaan budaya Maluku sebagai kekuatan untuk melahirkan karya, memperkuat persatuan, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Share :

Baca Juga

Berita

Solichin Buton Warning Pembebasan Lahan TPU Arbes: Status Tanah Harus Jelas, Hindari Masalah Hukum

Berita

Desakan Pemakzulan Abdullah Vanath Menguat, Watubun Tegaskan DPRD Tak Bisa Bertindak Sepihak

Berita

Wagub Maluku Dorong Perluasan Peluang Kerja bagi Pemuda, Solidaritas Jadi Kunci Datangkan Investasi

Berita

Ombudsman Maluku Soroti Pelayanan Publik SBB, Bupati Diminta Pastikan Perbaikan Nyata

Berita

Maluku Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa: Penghargaan Ini Milik Seluruh Rakyat dan Pemuda

Berita

Wali Kota Ambon Dorong TP-PKK Jadi Mitra Strategis, Bidik Optimalisasi PAD

Berita

Pemda SBB Bentuk Tim Khusus Bahas Aspirasi Warga Amaina, Renovasi Masjid Ditunda Sementara

Berita

Lepas 39 Calon Praja IPDN, Gubernur Lewerissa Tekankan Disiplin dan Jaga Nama Baik Maluku