Home / Hukrim

Senin, 29 Juni 2026 - 20:53 WIB

Kejati Maluku Dalami Dugaan Korupsi Jalan Tunguwatu–Gorar, Ahli Teknik PUPR Aru Diperiksa Penyidik

AMBON – Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan ruas Jalan Tunguwatu–Gorar–Lau Lau–Kobraur–Nafar, Kabupaten Kepulauan Aru, terus bergerak. Kejaksaan Tinggi Maluku kembali mengintensifkan pengumpulan alat bukti dengan memeriksa seorang saksi yang memiliki kompetensi teknis dalam bidang konstruksi jalan.

Berdasarkan keterangan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum) Kejaksaan Tinggi Maluku, Ardy, S.H., M.H., pada Senin (29/6/2026), penyidik memeriksa SCT, yang merupakan Ahli Teknik Jalan pada Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Aru.

Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat proses penyidikan terhadap dugaan korupsi pada pekerjaan pembangunan ruas Jalan Tunguwatu–Gorar–Lau Lau–Kobraur–Nafar yang dikerjakan menggunakan Anggaran Tahun 2018 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kepulauan Aru.

Baca Juga  DPRD Maluku Tekan Pemprov Lakukan Inovasi dan Sinkronisasi OPD untuk Tingkatkan PAD

“Kegiatan hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Jalan Tunguwatu–Gorar–Lau Lau–Kobraur–Nafar Tahun Anggaran 2018,” ujar Ardy.

Kehadiran seorang ahli teknik jalan dinilai penting karena penyidik membutuhkan penjelasan terkait aspek teknis pekerjaan, mulai dari perencanaan, spesifikasi konstruksi, hingga pelaksanaan proyek yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara.

Langkah ini memperlihatkan bahwa Kejati Maluku tidak hanya menelusuri aliran anggaran, tetapi juga membedah kualitas pekerjaan secara teknis guna mengungkap ada atau tidaknya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat proyek jalan tersebut diharapkan mampu membuka akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kepulauan Aru. Namun, apabila terbukti terjadi penyimpangan, maka proyek yang semestinya menjadi urat nadi pembangunan justru berpotensi berubah menjadi ladang korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.

Baca Juga  Andi Nur Akbar Pemenang Tender Dugaan Korupsi Gedung TP-PKK SBB, Kadis PU Nasir Bersama Anak Buah Di Periksa Selama 8 Jam

Hingga kini, penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku masih terus mengembangkan perkara dengan memeriksa sejumlah pihak yang dianggap mengetahui proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek. Tidak tertutup kemungkinan akan ada pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi lain seiring berkembangnya penyidikan.

Kejaksaan menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah. Seluruh pihak yang diperiksa dalam perkara ini berstatus saksi, dan proses penyidikan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya penetapan tersangka maupun putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Share :

Baca Juga

Hukrim

Kejati Maluku Periksa Mantan Pj Sekda Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Rumah Korban Gempa Maluku Tengah

Hukrim

Kejati Maluku Dalami Dugaan Korupsi Jalan Aru, Pemilik Alat Berat hingga Pejabat ULP Diperiksa

Hukrim

Kejati Maluku Dalami Dugaan Korupsi BRI Batu Merah, Raja hingga Sejumlah Aparat Pemerintahan Diperiksa

Hukrim

Sekda Aru Diperiksa Kejati Maluku, Kasus Proyek Jalan Tunguwatu–Nafar Kembali Memanas

Hukrim

Bupati Aru Kembali Diperiksa Kejati Maluku, Kasus Jalan Rp Miliaran Kian Menghangat

Hukrim

Hari Ini Bupati Aru Kembali Diperiksa Kejati Maluku, Kasus Jalan Wokam Rp36,7 Miliar Memasuki Babak Krusial

Hukrim

Diduga Pakai Gelar M.Th Tanpa Riwayat Studi, Seorang Pendeta Terancam Proses Hukum

Hukrim

Audit Kerugian Bansos Malteng Makin Menguat, Penyidik Masohi–Auditor Kebut Sinkronisasi Data