AMBON – Komisi III DPRD Maluku mendesak manajemen Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya segera mengoperasikan kembali Kapal Motor (KM) Bahtera Nusantara 02 yang telah berhenti berlayar sejak mengalami kerusakan mesin pada Desember 2025.
Harapan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, usai rapat kerja bersama Dewan Pengawas dan Direksi PD Panca Karya di Ambon, Senin (27/7/2026).
Menurut Alhidayat, berdasarkan penjelasan yang diterima dalam rapat, mesin pengganti kapal saat ini sedang dalam proses pengiriman dari Surabaya menuju Ambon. Setelah tiba, perbaikan akan segera dilakukan agar kapal dapat kembali melayani masyarakat.
“Kami telah mendengarkan penjelasan dewan pengawas bersama manajemen PD PK dalam rapat kerja bersama komisi yang menyatakan mesin kapal yang baru segera tiba sehingga dapat dilakukan perbaikan agar kapal itu bisa beroperasi kembali,” ujarnya.
Sejak mengalami kerusakan, KM Bahtera Nusantara 02 hanya bersandar di perairan Teluk Ambon. Kerusakan mesin terjadi saat kapal melayani angkutan masyarakat pada rute Ambon–Banda–Tual. Insiden tersebut terjadi di sekitar Tanjung Alang sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran dan harus ditarik menggunakan kapal tugboat.
Komisi III menargetkan kapal tersebut sudah dapat kembali beroperasi pada pertengahan Agustus 2026 untuk melayani rute Ambon–Banda–Tual yang dinilai memiliki nilai strategis, baik bagi mobilitas masyarakat maupun pengembangan sektor pariwisata Maluku.
“Pulau Banda merupakan pusat wisata sejarah dan budaya yang selalu diminati wisatawan mancanegara maupun domestik. Jika rute pelayaran Ambon–Banda kembali berjalan lancar dengan layanan KM Bahtera Nusantara, tentu akan sangat mendukung pengembangan sektor pariwisata di Maluku,” kata Alhidayat.
Ia menegaskan, target pengoperasian kapal pada pertengahan Agustus menjadi salah satu kesimpulan utama dalam rapat kerja bersama Dewan Pengawas dan Direksi PD Panca Karya.
Tidak hanya fokus pada KM Bahtera Nusantara 02, Komisi III DPRD Maluku juga meminta PD Panca Karya segera mengaktifkan armada kapal lain yang hingga kini masih tidak beroperasi di sejumlah jalur pelayaran.
“Kami akan terus mengawal proses perbaikan hingga seluruh armada PD Panca Karya yang selama ini tidak beroperasi dapat kembali melayani masyarakat, terutama pada rute-rute pelayaran yang menjadi kebutuhan utama warga di Maluku,” tegasnya.
Komisi III berharap percepatan operasional seluruh armada PD Panca Karya mampu meningkatkan konektivitas antarpulau, memperkuat pelayanan transportasi laut, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Maluku.





































