Home / Berita

Sabtu, 5 November 2022 - 19:54 WIB

Memperingati Hari Wayang Sedunia Pepadi Sidoarjo Mengadakan Pagelaran Wayang

SIDOARJO, GLOBALMALUKU.ID-Memperingati hari wayang sedunia yang jatuh pada tanggal 04/11/2022 setiap tahunnya maka Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) cabang Sidoarjo mngadakan pagelaran wayang kulit.

Ketua panitia Vernanda Dimas Ferdiansyah UNESA (Universitas Negeri Surabaya) Jurusan Bahasa Dan Sastra Daerah mengatakan kegiatan ini pertama kalinya dilakukan dan bekerja sama dengan Pepadi cabang Sidoarjo. Bisa ikut andil dalam kegiatan ini sehingga bisa terselenggara dengan sukses.

“Pagelaran wayang kulit pertama kalinya bekerja sama dengan Pepadi,” Vernanda

^Generasi muda seharusnya mengenal dan mempertahankan wayang yang merupakan warisan budaya Indonesia,^ tambahnya

Dimas menekankan generasi milenial sebaiknya mengenal dan mempertahankan serta mengembangkan wayang, karena ini merupakan salah satu budaya Nusantara. Pengenalan wayang bisa melalui berbagai media termasuk melalui Flash mob yang sebetulnya budaya luar tetapi dengan disisipi budaya lokal seperti wayang. Dan pada kesempatan ini juga mengadakan pameran wayang dengan menampilkan wayang dari Jawa Timur dan Surakarta.

Baca Juga  Jumat Mendatang,Gubernur Akan Pantau Ketersediaan Kebutuhan Bahan Pokok

Firmansyah Andhika Pratama mahasiswa dari UNESA salah satu dalang generasi milenial menjelaskan saya dari kecil sudah diperkenalkan kebudayaan terutama wayang kulit oleh orang tua dengan cara diajak nonton wayang. Dari nonton wayang menjadi tertarik dan mendalami akan pedalangan. Sehingga saat ini bisa menjadi salah satu dalang muda.

“Saya mencintai wayang dari orang tua. Beliau sering mengajak nonton wayang kalau ada pagelaran,” kata Firmansyah

Pratama mengatakan untuk saat ini di era globalisasi dan informasi yang cepat sekali generasi muda tetap bisa mengakui dan mempertahankan serta mengembangkan wayang . Karena wayang milik Indonesia dengan cara kita mengakui wayang milik kita secara langsung atau tidak sudah mempertahankan budaya Indonesia termasuk wayang.

“Generasi milenial seharusnya mengakui wayang milik kita, milik Indonesia, terang Andhika.

Ki Surono Gondo Taruna S.Sn., M.Si. wakil ketua Pepadi cabang Sidoarjo mengungkapkan wayang merupakan karya seni yang agung karena memiliki filosofi yang mendalam sekali serta wayang merupakan gabungan dari beberapa seni seperti seni rupa, seni suara, seni musik, seni tari dan lainnya. Dengan wayang bisa menyampaikan pesan pemerintah, motivasi kepada masyarakat luas.

Baca Juga  227 Kasus Covid-19 Bertambah, 27 Pasien Sembuh

“Wayang merupakan karya seni yang agung dan memiliki filosofi yang agung. Dan bisa digunakan untuk me sampaikan informasi kepada masyarakat,” kata dalang Surono.

“Seni wayang merupakan tauladan bagi manusia karena mengandung estetika, etika, budi pekerti yang tinggi,” tambah Ki Dalang.

Wayang merupakan seni yang menjadi tauladan di dunia dan akherat, ada etika, estetika, didikan budi pekerti atau moral. Contoh Prabu Puntadewa yang tidak memakai mahkota, menunjukkan karakter yang tidak duniawi, tidak suka pamer kekayaan hanya memakai gelung keling. Kalau diartikan gelung sudah manunggal dengan Tuhan, keling nyekel iling (ingat akan Tuhan).

Share :

Baca Juga

Berita

Aksi Blokade Jalan di Seram Picu Lumpuhnya Transportasi, Warga Tuntut Penanganan Serius Kasus Pencurian Cengkih

Berita

Pemkab Malra Gandeng Kemensos, 1.017 Warga Nikmati Layanan Bakti Sosial Terintegrasi

Berita

DPRD Maluku Desak Tindak Lanjut LKPJ 2025, Soroti Pentingnya Reformasi Tata Kelola Pemerintahan

Berita

DPRD Maluku Siapkan Kuota BBM 2027, Komisi II Panggil OPD dan Soroti Ketimpangan Distribusi

Berita

Wali Kota Ambon Tutup Workshop UNDERVAC-ID, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Cakupan Imunisasi

Berita

Kosgoro Maluku Gelar Musda II, Perkuat Soliditas Hadapi Tantangan Global

Berita

1.298 Lulusan Unpatti Dikukuhkan, Rektor Tegaskan Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian

Berita

Indonesia di Tengah Disrupsi Global: Kaum Muda Ditantang Jadi Motor Perubahan