Home / Berita

Rabu, 23 April 2025 - 20:17 WIB

Negeri Rutong, Wamen Hiariej Mendapatkan Gelar Adat Mata Matakau Amano-Loporisa Uritalait

AMBON – Wakil menteri Hukum Republik Indonesia, Prof.Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H, M.Hum mendapat penghormatan dari masyarakat Negeri Rutong , Kota Ambon. Dengan diberikan gelar adat Mata Matakau Amano – Loporisa Uritalait.

Gelar adat tersebut secara harfiah ,dimaknai sebagai Sesepuh atau Tokoh yang berwibawa dan pemberani dalam menjaga hukum adat serta melindungi masyarakat di wilayah adat Loporisa Uritalait,” ungkap Raja Negeri Rutong , Reza maspaitella di sela-sela kegiatan
Bacarita Negeri dengan Tema “Harmonisasi Hukum Positif dan Hukum Adat Bagi Kesejahteraan Masy Adat Maluku” bersama WaMen Hukum RI, Rutong , Selasa (22/4/25).

Baca Juga  Perkuat Program Literasi Digital, Kominfo Ambon Terus Gencar Sosialisasi

Dirinya mengatakan, Gelar ini dianugerahkan sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas dedikasi, kebijaksanaan, dan keberanian beliau dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan, menjaga marwah hukum, serta memperhatikan keberlangsungan hukum adat dan kesejahteraan masyarakat adat.

“Sebagai Matua Matakau Amano Loporisa Uritalait ,beliau diakui memiliki kedudukan terhormat dalam struktur nilai-nilai adat negeri Loporisa Uritalait sebagai pelindung dan penuntun moral, serta panutan dalam menjaga keharmonisan antara hukum negara dan hukum adat,” jelas Maspaitella.

Sehingga lanjutnya, dengan pemberian gelar adat ini,beliau senantiasa melekat dengan masyarakat adat dan kiranya bagaiamana bersama-sama dengan masyarakat adat bisa memperjuangkan harmonisasi antara hukum positif dan hukum adat,menjadi kesehjateraan bagi masyarakat adat bukan hanya dimaluku,tetapi juga di nusantara.

Baca Juga  Pemrov Mendukung Penuh Pelaksanaan Kegiatan Kemah Bela Negara Tingkat Nasional Tahun 2025 Di Kabupaten MBD

Kata dia, ini memang bagian daripada sebuah penghargaan adat ,kepada pak wamen karena kita berharap adalah bagaimana wamen hukum bisa menindaklajuti pengharapan pengharapan dari pada masyarakat adat,untuk menskironisasikan hukum positif dan hukum adat sehingga bisa bermanfaat bagi kesejahteraan.
Dan memang itu mungkin di awali dari rutong,tetapi semangat dari rutong bukan saja dari rutong tapi juga negeri adat yang lain,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Bangunan Ilegal Ancam Tata Ruang Ambon, Hursepunny Siapkan SIKOPRU untuk Perketat Pengawasan

Berita

Tanpa Bebani APBD, Hendrik Lewerissa Bawa Pesona Maluku ke Panggung Pariwisata Dunia Lewat Bali

Berita

Jusuf Kalla kepada Wisudawan Unpatti: Jangan Hanya Jadi Pencari Kerja, Generasi Muda Harus Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Berita

Wisuda 1.713 Lulusan Unpatti, Pemprov Maluku Tantang Sarjana Hadirkan Inovasi dan Perubahan

Berita

Vanath Ungkap Tantangan Ekonomi Maluku di Hadapan Jusuf Kalla, Investasi dan Lapangan Kerja Jadi Sorotan

Berita

βMAPAN Hadir di Wisuda Unpatti, Disnaker Ambon Buka Akses Kerja bagi Fresh Graduate

Berita

HPN Bukan Milik PWI, Petrus Oratmangun dan Hamdi Jempot Desak Kesetaraan Seluruh Insan Pers

Berita

Wagub Maluku Buka Sahari Dilahasuang di Negeri Laha, UMKM dan Kuliner Lokal Didorong Jadi Penggerak Ekonomi